Connect with us

Stop Pernikahan Anak, Mereka 100% Masa Depan Kita

Tanjungpinang

Stop Pernikahan Anak, Mereka 100% Masa Depan Kita

TANJUNGPINANG, suarakepri.com –  Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi Kepri menggelar aksi “Kampanye Stop Pernikahan Anak” di Halaman Gedung Daerah, Minggu, 04/11).

Dalam kata sambutannya, Gubernur Provinsi Kepri yang di wakili oleh Sekretaris daerah (SEKDA) Kepri TS Arif Fadilla, mengatakan banyak faktor alasan yang menyebabkan terjadinya pernikahan anak. Yaitu :

1. Faktor Ekonomi, Karena ada orang tuanya menikahkan anaknya kepada keluarga yang lebih mapan. Namun, tak semuanya berakhir bahagia, banyak juga yang terbelenggu dengan kemiskinan.

2. MBA (Married By Accident), ini penyebab yang paling banyak terjadinya pernikahan anak, dikarenakan Hamil duluan. Karena orang tua takut si anak membawa aib, lalu dinikahkan.

3. Perjodohan, kasus ini biasa terjadi di pedesaan/pulau.

Maka, dalam rangka mewujudkan sumberdaya manusia yang berkualitas upaya yang perlu dilakukan adalah pendewasaan usia perkawinan, dimana seseorang harus memiliki waktu yang cukup untuk mengenyam pendidikan.

“Fakta di lapangan menunjukkan bahwa 85% anak perempuan mengakhiri pendidikan mereka setelah menikah,” Kata Arif.

Pernikahan anak juga akan mendatangkan resiko kematian ibu dan anak, karena alat produksi belum sempurna untuk Hamil. Sehingga pernikahan anak akan mengakibatkan kehilangan hak kesehatannya.

“Pada kesempatan ini, saya menghimbau kepada seluruh orang tua untuk menjadi benteng dalam keluarganya. Mari kita didik dan tanamkan nilai agama dalam anak-anak kita,” harapnya.

Dan, lanjut Arif, kepada masyarakat dan aparat pemerintah mari kita cegah adanya pernikahan pada usia dini, karena akan merugikan negara dikemudian hari.

“Kita harus berkomitmen untuk mewujudkan generasi yang berkualitas, karena merekalah yang nanti menjadi penerus pemerintah di provinsi Kepri ini. Kalau kita tidak melindungi dan menjaga mereka, kita akan kehilangan 1 generasi. Anak-anak memang hanya 30% dari kita, tapi mereka 100% masa depan kita,” tutupnya.

(Erial)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di topik Tanjungpinang

To Top