Connect with us

Tim Sinergi Kepri Dorong Tiap Desa Punya Perpusdes

Tanjungpinang

Tim Sinergi Kepri Dorong Tiap Desa Punya Perpusdes

TANJUNGPINANG – Pemerintah Provinsi Kepri melalui Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kepri mendorong setiap Kabupaten dan Kota akan mewujudkan program setiap desa memiliki Perpustakaan Desa (Perpusdes).

Menurut Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Kepri Amir Husin, untuk di Kepri sudah ada Tim Sinergi Kepri yang dibentuk khusus untuk mendorong perkembangan perpustakaan daerah maupun desa sesuai dengan semangat tranformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

“Tim Sinergi Kepri Kepri ini juga sudah menggelar berbagai kegiatan termasuk mengundang stake holder terkait untuk mewujudkan kemajuan perpustakaan hingga ada di setiap desa,” sebut Amir Husin Jumat (11/10/2019).

Peran Perpusdes, sambung Amir Husin, sudah terbukti bisa meningkatkan pengetahuan dan menumbuhkan perekonomian pedesaan.

“Perpusdes ini selain tempat mencari pengetahuan lewat buku-buku yang disediakan, juga tempat menyelenggarakan pelatihan serta sebagai wahana mempublikasikan dan mempromosikan berbagai jenis hasil-hasil yang diproduksi masyarakat. Tujuannya, agar semua jenis hasil pertanian masyarakat bisa mendapat pasar yang baik. Tidak hanya untuk hasil pertanian, tapi juga untuk mempromosikan ke pasar online hasil tangkapan nelayan serta hasil kerajinan masyarakatnya,” terangnya.

Amir Husin juga menyebutkan, saat ini sudah ada delapan perpustakaan desa di Kepri yang menjadi pilot projek nasional. Salah satunya, adalah perpustakaan di Toapaya, Bintan yang ternyata sangat berperan dalam meningkatkan pengetahuan dan perekonomian masyarakat. Perpustakaan Desa Toapaya ini masuk 5 besar tingkat nasional.

“Delapan Desa yang menjadi pilot projek perpustakaan nasional pedesaan tersebut ada di Bintan dan Karimun. Empat desa di antaranya masuk di wilayah Kabupaten Karimun masing-masing Desa Tebias, Desa Lebuh, Desa Gemuruh dan Desa Pongkar. Dan empat desa lainnya di Bintan masing-masing Desa Sebong Pereh, Desa Mantang Baru, Desa Toapaya, Desa Kuala Sempang,” ungkap Amir Husin.

Pihaknya juga berharap agar Kepala daerah di setiap kabupaten dan kota di Kepri membuat Perbup atau Perwako yang mengatur tentang perpustakaan mengingat pentingnya keberadaan dan peran perpustakaan saat ini.

Sementara itu, Ketua Tim Sinergi Provinsi Kepri Yetriani optimis jika semua desa sudah memiliki perpusdes, maka pertumbuhan ekonomi masyarakat desa akan naik signifikan karena setiap hasil produksi di pedesaan akan lebih mudah dipromosikan lewat online di sarana yang dimiliki Perpusdes.

Selain itu, gedung Perpusdes juga bsia digunakan untuk kegiatan lain yang menunjang kepentingan warga desa. “Bisa digunakan untuk rapa, untuk menggelar pelatihan, seminar pertanian atau perikanan dan kegiatan lain,” terang Kabid

Pengembangan Perpustakaan di Dinas Perpustakaan Provinsi Kepri.

Selain itu, sambungnya, setiap Kepala Desa juga memiliki wewenang untuk mengalokasikan sebagian Dana Desa untuk mewujudkan Perpusdes baik secara langsung maupun bertahap dan itu diatur dalam seperti yang tertuang dalam PermenDesa PDTT No 11 tahun 2019 tentang prioritas penggunaan Dana Desa.

“Kepala Desa yang membuat Perpusdes, umumnya berhasil membangun desanya menjadi lebih baik secara pertumbuhan perekonomian dan relatif berhasil dalam meningkatkan kualitas pengetahuan warga desanya,” sebutnya.

Pada 2020 mendatang Yetriani berharap agar para Kades di Kepri sudah memprioritas Dana Desa 2020 untuk membangun gedung Perpustakaan Desa, pengadaan bahan bacaan seperti buku, dan balai pelatihan dan belajar bagi masyarakat.

Kata Yetriani, melalui peningkatan jumlah perpustakaan diharapkan masyarakat Kepulauan Riau dapat merasakan manfaat baik secara intelektualitas maupun kesejahteraan sosial ekonomi sesuai dengan slogan program literasi untuk kesejahteraan. *

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di topik Tanjungpinang

To Top