Connect with us

SuaraKepri.com

Warga Bersama KPPAD Kepri Menebus Ijazah Taufik

Tanjungpinang

Warga Bersama KPPAD Kepri Menebus Ijazah Taufik

TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Komisi Perlindungan Perempuan Dan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri bersama perwakilan warga menyerahkan bantuan untuk menebus ijazah siswa SMK Engku Kelana yang tertahan, pada hari Jumat (4/7). Bantuan yang terkumpul untuk dibayarkan dan diserahkan ke pihak Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) swasta Engku Kelana ini sebesar Rp 1,2 juta.

Rombongan KPPAD dan warga ini diterima langsung oleh bendahara dari SMK Engku Kelana. Setelah menyerahkan uang tersebut, pihak SMK Engku Kelana berlonggar hati menyerahkan keseluruhan ijazah milik Taufik.

Perwakilan warga, Ully kepada SuaraKepri.com merasakan senang dapat membantu siswa ijazahnya yang tertahan karena tidak mampu melunasi tunggakan biaya sekolah. “Bantuan itu dari sumbangan Anggota DPD RI, Hardi Hood, Ketua DPRD Kota Tanjungpinang serta warga lainnya. Kami juga cukup lega, bantuan tersebut dapat kami serahkan langsung dan ijazahnya kini telah diterima Taufik langsung,” ujarnya.

Sementara itu Anggota KPPAD Kepri, Rosnawati, M.Pi mengatakan bahwa sebelumnya pihak mereka ingin bertemu dengan Kepala Sekolah SMK Engku Kelana. “Rencananya kita ingin bertemu dengan Kepseknya langsung, tetapi tadi hanya perwakilannya saja yang ada menerima. Jika tadi bertemu langsung dengan Kepala Sekolahnya, kita berencana untuk mencari solusi penyelesaian ijazah siswa lainnya yang masih tertahan,” ujarnya.

Sebenarnya, dalam hal ini, siswa tersebut tidak dapat dipersalahkan bagi Rosnawati. “Tugas siswa hanya untuk memperoleh pendidikan dan ilmu di Sekolah. Untuk kewajiban biaya, itu adalah tanggung jawab orang tua. Karena terbentur biaya dari orang tidak mampu, siswa sering menjadi korban untuk mendapatkan haknya,” tegasnya.

Menahan ijazah siswa itu adalah salah, Tetapi Rosnawati cukup memahami kondisi sekolah swasta. “Gaji para guru swasta kan berasal dari iuran sekolah dari para siswa. Apalagi guru honorer swasta yang cukup memprihatinkan. Tetapi kita harp, jangan siswa yang menjadi korban,” ungkapnya yang mengaku berasal dari guru swasta.

[sk]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di topik Tanjungpinang

To Top