Connect with us

Warga Pulau Medang dan Benan Pertanyakan Sampai Dimana Komitmen Janji Gubernur Kepri

Lingga

Warga Pulau Medang dan Benan Pertanyakan Sampai Dimana Komitmen Janji Gubernur Kepri

LINGGA, suarakepri.com – Warga pulau Medang dan Benan pertanyaan komitmen Gubernur Kepri Nurdin Basirun, terkait janji yang akan memberikan bantuan berupa operasional ustad, masjid dan beberapa bantuan lainnya yang sampai hari ini belum terealisasi.

Menanggapi hal itu, Camat Katang Bidare Safaruddin M.Si, menilai, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), terlalu berlebihan mengumbar janji. Bahkan beberapa janji yang pernah dilontarkan ke masyarakat banyak yang belum ditepati sehingga menjadi pertanyaan masyarakat.

“Jadi Gubernur kalau turun jangan hanya menebar janji, sekali ditanya tak tau gimana,” kata dia, Selasa (04/12/2018).

Menurut Safar, Gubernur Kepri, belum komitmen dengan apa yang pernah diucapkan, apalagi pulau Benan yang sekarang menjadi Ibukota Kecamatan Katang Bidare tersebut pernah meraih desa wisata terbersih dan dijanjikan bantuan Rp 10 juta. Namun, hingga hari ini, janji tersebut hilang seakan ditelan bumi, justru janji-janji yang pernah disampaikan itu, membuat warga kecewa.

Bahkan Ketua Komisi Nasional Pemuda (KNPI) Kabupaten Lingga itu pun menyinggung Gubernur Kepri, terkait janji bantuan operasional mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk Satpol PP Lingga, yang nyatanya, hingga satu tahun telah berlalu, pasca kebakaran di wilayah Kampung Cina, Kelurahan Daik, tidak juga di salurkan.

“Jadi turun kalau hanya sekedar turun itu tidak perlu. Jangan pencitraan, masyarakat mempertanyakan,” kata dia.

Dengan begitu dia, meminta Gubernur Kepri jangan mudah berjanji. Kalau turun ke Kabupaten Lingga hanya sekedar mencari elektabilitas politik, mending tidak usah turun. Masyarakat bukan butuh pencitraan melainkan pembuktian.

Seharusnya orang nomor satu di pemerintah daerah tingkat satu, jika turun ke desa-desa membawa dampak perubahan, bukan menimbulkan tanya bahkan kontoversi ditengah kalangan masyarakat.

Lanjut Dia, jangan jadikan janji suatu kebiasaan, justru sebagaimana yang telah terucap itu dipenuhi.

“kalau meng’iakan semua permintaan masyarakat, tapi harus tampak bagaimana memenuhinya. Sekarang masyarakat kami terus bertanya, kapan-kapan? kita sebagai pimpinan Kecamatan bisa berbuat apa, Gubernur sendiri terkesan tidak komitmen,” jelas dia.

Jika memang merasa sulit dipenuhi, jangan terlalu over mengesankan kedekatan bermasyarakat yang sasarannya kemenangan politik. Dinamika itu harus dihilangkan, karena Gubernur Kepri bukan berkampanye di masa-masa Pilkada, tapi ditengah proses pemerintahan.

“Itu bukan kampanye, tapi itu janji yang diberikan kepada masyarakat bahkan Dinas ditengah kepemimpinan. Harusnya di proses secepatnya, direalisasikan,” tegas dia.

Sementara itu, salah seorang warga Benan, mengaku kecewa karena bantuan yang dijanjikan untuk desa tidak tau kemana. Menurutnya menjadi desa bersih itu tidak semudah berbicara, butuh kekompakan dan sinergitas antara pemerintah desa dan masyarakat.

Kalaupun janji gubernur memberikan apresiasi terhadap apa yang telah dilakukan masyarakat Desa Benan. Harusnya, sekarang bantuan itu sudah diterima desa dan masyarakat.

“Kita kecewa pak, katanya kemarin ada. Tapi sampai sekarang, kata pihak desa juga belum ada kejelasannya. Entahlah, apresiasi janji,” kata salah satu warga Benan.

PENULIS-RIAN
(smbr/arp/MK).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di topik Lingga

To Top