Bintan, suarakepri.com – Pemerintah Kabupaten Bintan mulai menempatkan penguatan karakter dan mental perempuan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari strategi memperbaiki budaya kerja birokrasi. Hal itu terlihat dari pelaksanaan Training Emotional Spiritual Quotient (ESQ) yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bintan dalam rangka HUT ke-26 organisasi tersebut, Senin (08/12) di Bandar Seri Bentan.
Pelatihan yang diikuti 150 peserta itu bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi diarahkan sebagai instrumen pembinaan integritas dan mentalitas bagi perempuan yang memegang peran strategis sebagai pendamping ASN dan penggerak lingkungan keluarga.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, dalam sambutannya menegaskan bahwa memperkuat karakter perempuan ASN sama pentingnya dengan meningkatkan kompetensi formal aparatur. Menurutnya, perubahan budaya kerja birokrasi tidak hanya ditentukan oleh kebijakan internal kantor, tetapi juga oleh kualitas mental dan spiritual individu yang berada di dalamnya.
“Pembinaan karakter dalam sebuah organisasi harus dimulai dari individu. Penguatan IQ saja tidak cukup; kita memerlukan EQ dan SQ agar nilai-nilai luhur tercermin dalam perilaku sehari-hari,” ujar Ronny saat membuka kegiatan tersebut.
Ia menambahkan bahwa perempuan ASN memiliki peran ganda yang berpengaruh langsung terhadap lingkungan kerja maupun keluarga. Karena itu, latihan ESQ dinilai menjadi ruang refleksi dan penguatan jati diri agar setiap anggota DWP mampu menjaga integritas, meningkatkan motivasi, serta menghadapi dinamika pekerjaan dengan lebih matang.
“Harapan kami, kegiatan ini melahirkan pribadi yang lebih berkomitmen dan siap menghadapi tantangan kehidupan,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua DWP Kabupaten Bintan, Elyza Riani, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan langkah konkret DWP dalam meningkatkan kualitas sumber daya anggotanya secara berkelanjutan.
“Kami ingin anggota DWP tidak hanya kuat secara emosional dan spiritual, tetapi juga menjadi teladan di keluarga, organisasi, dan masyarakat,” ujar Elyza.
Ia menegaskan bahwa DWP melihat pembangunan karakter sebagai bagian penting dalam penguatan peran perempuan ASN—bukan hanya menemani suami menjalankan tugas pemerintahan, tetapi ikut membangun kultur positif dalam birokrasi.
Dengan pendekatan pelatihan ESQ, Pemerintah Kabupaten Bintan berharap gerakan pembinaan mental ini dapat menjadi fondasi terbentuknya aparatur yang lebih humanis, berintegritas, dan berorientasi pelayanan publik.

Comment