Batam, suarakepri.com – Pemerintah Kota Batam menegaskan komitmennya terhadap penegakan etika aparatur sipil negara (ASN) menyusul beredarnya video call bermuatan asusila yang diduga melibatkan seorang pejabat di lingkungan Pemko Batam.
Wali Kota Batam, Amsakar Ahmad, menyatakan telah mengambil langkah awal dengan menghubungi pejabat yang bersangkutan untuk meminta klarifikasi. Namun hingga saat itu, upaya komunikasi belum mendapat respons langsung.
“Saya sudah mencoba menghubungi yang bersangkutan melalui sambungan telepon dan pesan singkat, tetapi belum ada balasan. Informasi yang saya terima, yang bersangkutan sedang melaporkan persoalan ini ke Polda Kepri,” ujar Amsakar, Senin (30/12/2025).
Amsakar menegaskan, karena perkara tersebut telah masuk ke ranah hukum, Pemerintah Kota Batam memilih menghormati dan menunggu proses hukum yang sedang berjalan. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan kejelasan fakta dan menjunjung asas praduga tak bersalah.
Meski demikian, Pemko Batam tidak tinggal diam. Amsakar menginstruksikan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk melakukan pendalaman secara internal, termasuk menggali informasi dari pihak terkait guna memastikan apakah terdapat pelanggaran disiplin ASN.
“Kami percayakan proses hukumnya berjalan. Namun secara internal, saya minta BKD melakukan pengkajian dan pendalaman, termasuk meminta keterangan dari yang bersangkutan,” jelasnya.
Ia menambahkan, apabila nantinya terbukti terjadi pelanggaran, maka penjatuhan sanksi terhadap ASN akan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sanksi tersebut dapat dikategorikan sebagai pelanggaran berat, tergantung hasil pemeriksaan dan putusan hukum.
“Untuk sanksi, tentu ada mekanisme dan tahapannya. Jika terbukti sebagai pelanggaran berat, konsekuensinya bisa berupa pembebasan dari jabatan, penurunan jabatan, hingga pemberhentian tidak atas permintaan sendiri,” tegas Amsakar.
Pemerintah Kota Batam berharap proses hukum dan pemeriksaan internal dapat berjalan transparan, objektif, dan adil, sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga integritas serta etika bagi seluruh aparatur pemerintahan.
Penulis: White Rose
Editor: Thafan Casper

Comment