Promo FBS
FBS Reliable Broker
Breaking NewsTanjungpinang

Rida K Liamsi Geram, Siap Tarik Saham di Riau Pos Grup: “Air Susu Dibalas Air Tuba”

95
×

Rida K Liamsi Geram, Siap Tarik Saham di Riau Pos Grup: “Air Susu Dibalas Air Tuba”

Sebarkan artikel ini
Rida K Liamsi adalah tokoh pers dan tokoh Melayu Riau-Kepri serta pendiri Riau Pos Grup yang terzolimi./Ist

PEKANBARU, SuaraKepri.com – Konflik internal di lingkungan Riau Pos Grup (RPG) kembali memanas. Rida K Liamsi, mantan Chairman sekaligus pendiri koran Riau Pos, menyatakan siap mengambil kembali seluruh saham atas namanya yang kini dikuasai oleh Riau Pos Grup dan Jawa Pos Grup.

Ia mengaku sangat kecewa karena merasa perjuangan dan kebaikan hatinya selama membangun perusahaan dibalas dengan pengkhianatan.

“Saya akan mengambil kembali semua kebaikan yang pernah saya beri. Termasuk saham-saham yang dulu saya alihkan ke Riau Pos Grup,” tegas Rida dalam keterangan pers yang dirilis, Sabtu (11/7/2026).

Saham Rp50 Miliar dan Graha Pena Jadi Rebutan

Salah satu aset yang menjadi sorotan utama adalah PT Batam Jaya Propertindo, perusahaan pemilik dan pengelola Gedung Graha Pena Batam. Berdasarkan akta notaris pendirian, perusahaan yang didirikan dengan modal Rp50 miliar itu awalnya dimiliki oleh Dahlan Iskan (60 persen) dan Rida K Liamsi (40 persen).

Namun, tanpa persetujuannya, saham milik Rida itu dialihkan sebagian ke PT Sijori Interbintana Pers (penerbit Batam Pos) dan sebagian lagi ke PT Ripos Bintana Press (percetakan Batam). Rida menilai pengalihan ini cacat hukum dan bertekad membatalkannya.

Selain itu, Rida juga menyoroti PT Riau TV. Dalam akta pendirian, saham televisi lokal ini dikuasai oleh Dahlan Iskan sebesar 51 persen dan Rida K Liamsi 49 persen. Kini, ia pun ingin mengambil kembali sahamnya di perusahaan media tersebut.

Ada Puluhan Perusahaan Lain yang Akan Dituntut

Rida mengatakan langkah ini tidak berhenti di Batam dan Riau TV. Masih banyak perusahaan lain di lingkungan Riau Pos Grup yang saham pendiriannya tercatat atas namanya.

Saya akan ambil kembali saham-saham tersebut. Dan banyak lagi perusahaan dalam lingkungan Riau Pos Grup yang saham pendiriannya atas nama saya, dan akan saya tuntut kembali,” ujarnya seusai bertemu dengan Ketua MKA LAMR Datuk Seri Raja Marjohan dan Ketua DPH LAMR Datuk Seri Taufik Ikram Jamil.

Untuk memproses semua ini, Rida mengaku telah menunjuk perusahaan keluarganya, PT Erdeka Putera Investama, guna mengambil langkah-langkah hukum. Targetnya mencakup seluruh aset dan saham atas namanya yang kini dikuasai pihak Riau Pos Grup dan Jawa Pos Grup, termasuk PT Riau Jaya Propertindo yang mengelola Gedung Graha Pena Riau.

Kerajaan Media Senilai Rp1 Triliun

Rida mengingatkan, ia adalah orang yang membangun Riau Pos Grup bersama Dahlan Iskan dari bawah. Kini, kerajaan media yang ia rintis di Sumatera bagian utara itu berkembang sangat besar.

Catatan menunjukkan, saat Rida masih menjabat sebagai Chairman, terdapat sekitar 26 perusahaan di bawah naungan Riau Pos Grup. Mulai dari penerbitan surat kabar, percetakan, stasiun televisi, hingga gedung-gedung perkantoran megah. Total aset gabungan pada akhir tahun 2015 lalu tercatat mencapai sekitar Rp1 triliun.

“Kebaikan dan pengorbanan saya telah dikhianati. Saya dizalimi. Ibarat air susu dibalas dengan air tuba. Saya akan terus melawan dan menuntut hak saya. Saya yang membangun Riau Pos Grup ini bersama Pak Dahlan,” lanjut Rida dengan nada lantang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Riau Pos Grup dan Jawa Pos Grup belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan mantan Chairman mereka ini.

Comment