Bintan, SuaraKepri.com – Seluruh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bintan Periode 2024-2029 kembali turun ke lapangan untuk melaksanakan Reses II Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025. Kegiatan reses yang berlangsung selama enam hari, mulai 2 hingga 7 Desember 2025 ini, difokuskan untuk menjalin komunikasi langsung dengan konstituen di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing.

Di Daerah Pemilihan I yang mencakup Kecamatan Toapaya, Teluk Sebong, Teluk Bintan, dan Gunung Kijang—dengan perolehan 9 kursi berdasarkan hasil Pemilu Legislatif 2024—para anggota dewan terpilih giat menggelar pertemuan dan dialog dengan warga.

Komposisi Kekuatan Politik di Dapil I
Hasil pemilu legislatif terakhir di Dapil I menghasilkan komposisi kursi sebagai berikut:
· Partai Golkar meraih 3 kursi dengan perolehan suara 10.502, diisi oleh Fiven Sumanti (2.987 suara), Suprapto (2.325 suara), dan Elyza Riani (1.902 suara).
· Partai Demokrat meraih 2 kursi (6.878 suara) dengan anggota Mariana (2.033 suara) dan Winarno (2.015 suara).
· PDI-Perjuangan meraih 1 kursi (5.433 suara) dengan anggota Siti Maryani (1.942 suara).
· Partai NasDem meraih 1 kursi (3.219 suara) dengan anggota Suhardi (1.445 suara).
· Partai Gerindra meraih 1 kursi (3.106 suara) dengan anggota Zulfajri Lubis (1.172 suara).
· PKS meraih 1 kursi (1.852 suara) dengan anggota Sahak (1.235 suara).

Para inilah yang selama seminggu penuh memanfaatkan momentum reses untuk bersilaturahmi, berdialog, dan menampung beragam keluhan serta harapan masyarakat.

Fokus Kegiatan dan Aspirasi yang Diserap
Reses merupakan agenda wajib anggota dewan yang bertujuan sebagai jembatan komunikasi antara wakil rakyat dan konstituen.Kegiatan ini difokuskan pada tiga hal utama: menyerap aspirasi masyarakat, mengawasi pelaksanaan program pemerintah daerah, serta menyosialisasikan kebijakan pembangunan yang akan datang.

Berdasarkan pantauan di berbagai pertemuan di Dapil I, beberapa isu dominan yang kerap disampaikan masyarakat meliputi:

1. Infrastruktur Dasar: Masyarakat banyak menyoroti perlunya perbaikan jalan lingkungan, penambahan dan perawatan Penerangan Jalan Umum (PJU), serta peningkatan kualitas saluran drainase untuk mengatasi genangan dan banjir saat musim hujan.
2. Ekonomi dan Kesejahteraan: Aspirasi kuat datang dari pelaku UMKM dan masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian/perikanan. Mereka mengusulkan adanya pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha, serta perbaikan sarana dan prasarana pendukung produksi.
3. Layanan Publik: Permintaan untuk peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan (seperti penambahan Puskesmas Pembantu) serta pendidikan di daerah-daerah terpencil juga menjadi perhatian serius.

Tindak Lanjut Aspirasi
Aspirasi yang terkumpul dari kegiatan reses ini nantinya akan dihimpun,dikategorikan, dan dijadikan sebagai pokok pikiran atau bahan pertimbangan bagi anggota DPRD. “Semua masukan dari masyarakat akan kami bawa ke dalam pembahasan di parlemen dan disampaikan secara resmi kepada Pemerintah Kabupaten Bintan untuk dapat diintegrasikan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) atau program kerja SKPD terkait,” ujar salah satu anggota dewan dari Dapil I.

Kegiatan reses yang transparan dan partisipatif ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus memastikan bahwa pembangunan di Kabupaten Bintan berjalan secara merata dan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan riil di akar rumput.







Comment