TANJUNGPINANG, SuaraKepri – Gubernur Kepri H Muhammad Sani yang kembali mencalonkan diri berpasangan dengan Bupati Karimun Nurdin Basirun mempersilakan semua putra-putri terbaik Kepri, termasuk mantan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah dan mantan Bupati Bintan Huzrin Hood untuk ikut maju dalam Pilkada Kepri yang akan digelar Desember 2015 mendatang. Namun, Sani pesimistis pasangan Ismeth-Huzrin mendapat kendaraan partai politik untuk bisa ikut bertarung.
“Waktu sudah sangat sempit, besok sudah pembukaan pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur. Saya kurang yakin mereka (Ismeth-Huzrin) mendapat dukungan partai,” kata Sani di Tanjungpinang, Sabtu (25/7).
Petahana Gubernur Kepri itu mengatakan tidak mempersoalkan siapa pun yang mencalonkan diri sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri. Bahkan dia berharap putra-putri terbaik Kepri dapat mencalonkan diri pada pilkada.
Ismeth dan Huzrin merupakan tokoh masyarakat yang cukup populer di Kepri. Kedua figur itu pernah menjabat sebagai kepala daerah. Namun sampai sekarang belum diketahui partai apa yang mengusung mereka. Sebelumnya, Golkar kubu Agung Laksono disebut-sebut akan mengusung pasangan ini, namun hingga tadi malam kabarnya belum jelas.
“Sejak awal saya mempersilahkan seluruh putra-putri terbaik negeri ini mencalonkan diri. Biarkan masyarakat yang menilai dan memilih,” ujar Sani yang pada Pilkada Kepri 2005 berpasangan dengan Ismeth Abdullah sebagai wakil gubernur.
Menurut Sani, peta politik senantiasa berubah menjelang pembukaan pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur. Saat ini, seluruh figur yang akan maju hanya memiliki waktu yang sangat singkat karena pembukaan pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur dilaksanakan 26-28 Juli 2015. Setiap dukungan partai itu harus tertuang dalam surat keputusan, tidak cukup dengan lisan. “Sampai kemarin sore, saya dan pasangan Soerya-Ansar yang sudah mendapatkan dukungan dari partai, yang memenuhi persyaratan,” katanya.
Partai yang sudah mendukung Sani-Nurdin yakni Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Nasdem. Dua kepengurusan PPP memberi dukungan kepada Sani-Nurdin. Sani juga masih menunggu keputusan dari Partai Golkar dan Partai Gerindra. “Kalau Demokrat sudah ada. Surat keputusan Partai Demokrat mendukung saya dan Nurdin hari ini dibawa ke Tanjungpinang,” ujarnya.
Rencananya, pasangan Sani-Nurdin akan melakukan deklarasi pencalonannya di Pantai Ocarina, Batam Centre, Minggu (26/7) ini. Deklarasi Sani-Nurdin akan digelar bersamaan dengan deklarasi pasangan Calon Walikota Batam dan Calon Wakil Walikota Batam Rudi-Amsakar Ahmad, serta pasangan calon kepala daerah Kabupaten Karimun dan Kabupaten Bintan. Apri Sujadi akan dideklarasikan sebagai calon Bupati Bintan dan Aunur Rafiq akan dideklarasikan sebagai calon Bupati Karimun.
“Sedangkan deklarasi untuk Kabupaten Kepulauan Anambas, Kabupaten Natuna dan Kabupaten Lingga tidak bisa serentak karena lokasinya jauh, akan lebih mahal jika dilaksanakan di Batam,” kata Ketua Tim Sukses Sani-Nurdin, Ahars Sulaiman di Batam, Jumat (24/7).
Deklarasi tersebut diklaim akan dihadiri lebih dari 10 ribu massa pendukung yang terdiri dari kader empat parpol, simpatisan, serta sejumlah paguyuban dari Tanjungpinang, Bintan, Karimun, Lingga dan Kabupaten Natuna serta Kepulauan Anambas.
Setelah deklarasi, pasangan Sani-Nurdin selanjutnya akan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepri pada Selasa (28/7/2015). “Pendaftarannya nanti tangal 28 Juli 2015 oleh tim kami dari empat parpol pendukung sekitar pukul dua siang. Karena 27 Juli kan dikatakan Soerya akan mendaftar, jadi kami setelahnya saja sehingga tak merepotkan KPU,” kata Sani.
Hanura Usung Soerya-Ansar
Sementara itu, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) secara resmi menyatakan akan mengusung pasangan HM Soerya Respationo dan Ansar Ahmad sebagai Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Kepri pada Pilkada Kepri 2015. Soerya saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Kepri dan Ketua DPD PDIP Provinsi Kepri, sementara Ansar menjabat sebagai Bupati Bintan dan Ketua DPD Partai Golkar Kepri kubu Aburizal Bakrie.
“Partai Hanura mendukung Soerya Respationo dan Ansar Ahmad sesuai dengan SKEP/B/168/DPP Hanura/VII/2015 tentang Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri,” kata Sekretaris DPD Partai Hanura Kepri Ari Gudadi dalam jumpa pers di Hotel Planet Holiday, Sei Jodoh, Batam, Sabtu (25/7).
Surat resmi dukungan kepada Soerya-Ansar itu ditandatangani oleh Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto dan Sekjen DPP Partai Hanura Berliana Kartakusuma pada 22 Juli 2015. Ia mengatakan DPP Partai Hanura mempunyai pertimbangan khusus dalam memutuskan calon kepala daerah, melalui kajian dan analisa, dari tim penilai akhir dan juga tim seleksi pusat.
Dengan keluarnya keputusan resmi itu, sekaligus menepis isu-isu yang menyebutkan Partai Hanura akan mendukung tokoh lain. “Keputusan DPP harus dilaksanakan. Ini instruksi dari DPP berlaku keseluruhan, baik kabupaten kota maupun provinsi yang menggelar Pilkada,” kata dia.
Pasangan Soerya-Ansar Ahmad rencananya baru akan menggelar deklarasi selepas mendaftar ke KPU Kepri. Rencananya, pasangan ini akan mendaftar ke KPU pada Senin (27/7) besok.
“Deklarasi belum, nanti setelah dapat nomor urut. Tapi kami rencananya mendaftar hari Senin,” ujar Soerya Respationo saat membuka acara bedah buku karyanya ‘Satunya Kata dan Perbuatan’ di Hotel Planet Holiday, kemarin.
Sejauh ini, Soerya mengaku telah mengantongi SK rekomendasi dari empat partai pendukung, yakni PDI Perjuangan, PAN, PKS dan Hanura. Sementara untuk elemen masyarakat lain, seperti ormas cukup banyak yang mendukung keduanya. “Baru empat SK yang sudah saya terima,” ujarnya.
Tim 10 DPP Golkar Bahas Pilkada Kepri
Sementara itu, Tim 10 DPP Partai Golkar masih membahas siapa figur yang diusung pada Pilkada Kepri, termasuk di wilayah dan daerah lainnya yang menyelenggarakan pilkada serentak 9 Desember 2015. “Belum diputuskan. Ini Tim 10 DPP Golkar dari kubu Agung Laksono dan Aburizal Bakrie masih membahasnya,” kata Ketua DPD Partai Golkar Kepri kubu Agung Laksono, Huzrin Hood, yang dihubungi dari Tanjungpinang, Sabtu.
Huzrin mengaku berada di Jakarta untuk mengikuti perkembangan dari pembahasan tim tersebut. Kemungkinan tadi malam tim tersebut sudah memutuskan siapa figur yang diusung Golkar pada pilkada serentak.
Huzrin merupakan salah seorang kader Golkar yang masuk dalam bursa penjaringan bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri. Selain dia, Golkar juga menjaring HM Sani sebagai bakal Calon Gubernur, dan Nurdin Basirun sebagai bakal Calon Wakil Gubernur. Sementara Ismeth Abdullah yang digadang-gadang akan berpasangan dengan Huzrin tidak memiliki peluang untuk mendapat dukungan dari Golkar. Hal itu disebabkan Ismeth tidak mendaftar di Golkar sebagai Calon Gubernur Kepri. “Saya masih berpeluang, tetapi Ismeth tidak,” katanya.
Huzrin berharap Golkar mengusungnya. Golkar berhasil mendapatkan delapan kursi pada Pemilu Legislatif 2014. Sementara untuk menjadi peserta pilkada, Huzrin harus diusung partai yang minimal mendapatkan sembilan kursi. Karena itu, selain berharap dukungan dari Golkar, dia juga masih melakukan komunikasi politik secara intensif dengan pengurus Partai Amanat Nasional yang berhasil mendapatkan kursi di DPRD Kepri. “Partai-partai lain sudah diambil pasangan calon lain,” ujarnya.
Huzrin tidak dapat memastikan apakah dapat menjadi peserta pilkada atau tidak. Peta politik terhadap pencalonannya baru akan diketahui beberapa hari ini. “Kami masih menunggu keputusan dari Golkar dan PAN,” katanya.
Anggota Tim Penjaringan Pilkada Partai Golkar (PG) dari kubu Aburizal Bakrie, Theo L Sambuaga, membenarkan, Sabtu (25/7) malam tadi, Partai Golkar melakukan finalisasi penentuan calon kepala daerah di 269 daerah yang akan menyelenggarakan pilkada serentak 2015.
Theo mengaku, kedua kubu Golkar yang bertikai sudah mengantongi sekitar 93 persen nama calon kepala daerah yang sama. “Kita sudah sepakat untuk calon kepala daerah. Sekitar 93 persen sudah mengantongi nama yang sama. Malam ini akan dilakukan finalisasi semuanya,” ujar Theo saat dihubungi.
Sebagaimana diketahui, sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 12 Tahun 2015, partai berkonflik dapat mengikuti pilkada dengan syarat harus mengusung satu nama yang ditandatangani oleh dua kepengurusan yang bersengketa dalam dokumen yang berbeda.
Sejak adanya Peraturan KPU No 12 Tahun 2015, Golkar sudah sepakat mengusung nama yang sama di 70 persen daerah. Sementara 30 persen daerah yang lainnya, calon kepala daerahnya akan ditentukan oleh survei. Hasil surveinya akan dipastikan Sabtu sehingga Partai Golkar bisa ikut pilkada. “Kita akan mendengarkan presentasi lembaga survei hari ini,” kata Theo.
Terkait hasil putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang memenangkan kepengurusan Partai Golkar hasil Munas Bali, Theo menilai tidak mempengaruhi persiapan partai dalam pilkada serentak. Theo mengaku, Golkar tetap menjaring kepala daerah melalui tim penjaringan yang telah dibentuk oleh kubu Agung Laksono (AL) dan kubu Aburizal Bakrie (ARB). “Kita bersyukur dengan putusan PN Jakarta Utara. Tetapi putusan ini tidak mempengaruhi proses persiapan pilkada Partai Golkar yang sudah berjalan,” jelas Theo. (HK)
[sk]







Comment