NATUNA – Jenis keramik yang banyak di temukan diwilayah Natuna, konon dikatakan sebagai muatan kapal karam di perairan pantai utara Pulau Bunguran Besar.
Sebagian keramik yang ditemukan berasal dari Dinasti Song dan Yuan, abad ke 10-14an.
Data diatas menunjukan, Natuna dapat diartikan sebagai pelabuhan transit sebelum menuju ke kota-kota pelabuhan lainnya di wilayah Nusantara. Para pedagang menurunkan dan menaikan komoditas asal Natuna.
Saat itu, Natuna memiliki sumber air tawar yang sangat diperlukan dalam perjalanan ke pelabuhan yang dituju, selain penghasil gaharu dan cengkeh (Wibisono 2014).
Keberadaan keramik di Natuna, membuktikan secara jelas jaringan yang terjadi pada masa lampau antar kota-kota pelabuhan, terutama di pantai timur sumatra.
Jaringan ini didukung oleh persebaran dan persamaan jenis dan kronologis keramik, baik yang ditemukan di darat maupun dalam konteks kapal karam.
Jaringan ini telah dinyatakan, bahwa Natuna merupakan salah satu rute komersial di Laut Natuna Utara, yang menghubungkan Cina – Natuna – Sumatra dan pelabuhan – pelabuhan lainnya.
Jaringan Natuna sebagai pelabuhan singgah sebelum menuju ke Sumatra semasa Sriwijaya terjadi pada abad ke 10an dan mencapai puncaknya pada abad ke 12-14an.
Pelabuhan pemukiman di sepanjang pantai di Natuna tumbuh dengan cepa dan tumbuh berkembang hingga abad ke 19 – 20an dengan temuan kapal karam di Laut Senubing dengan muatan botol – botol Eropa.
Hal ini, menggambarkan bukti jaringan pelayaran pada prrdagangan antara Natuna dengan pelabuhan – pelabuhan di Panayai Timur Sumatera pada masa Sriwijaya abad ke 12 – 14an. (Pusat Penelitian Arkeologi Nasional 2107).
Penulis : Imam Agus

Comment