NATUNA – Jumlah penduduk yang besar tidak selalu menjadi kekuatan pembangunan apabila tidak disertai kualitas sumber daya manusia yang memadai.
Sedangkan kondisi kependudukan saat ini, baik kuantitas dan kualitas maupun peyebarannya merupakan tantangan berat bagi pembangunan Bangsa Indonesia.
Hal ini dikatakan Wakil Bupati Natuna, Dra. Hj. Ngesti Yuni Suprapti, MA, dalam sambutannya saat meresmikan Pencanangan Kampung KB di Dusun 02 Mahligai, Desa Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur, Kamis (19/10/2017).
Acara peresmian tidandai dengan pengguntingan pita dan pemukulan gong oleh Wakil Bupati Natuna, Drs. H. Ngesti Yuni Suprapti,MA, didampingi Kepala Dinas PU PR Natuna, Tasrif, S.Sos Kepala Dinas Kesehatan Penanggulangan Kependudukan, Drs. Abdul Gani, M.Si dan pejabat lainnya.
Dikatakannya, program KB memiliki makna penting dalam upaya mewujudkan manusia Indonesia sejahtera disamping program pendidikan dan kesehatan.
“Keluarga Berencana (KB) adalah upaya meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia pernikahan, pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga serta peningkatan kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera,” ujarnya.
Kampung KB, lanjut Ngesti, merupakan salah satu inovasi strategis dalam program kependudukan yang terintegrasi dan harus diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat ditingkat Dusun dan Desa. Sehingga dapat dikatakan bahwa Kampung KB adalah miniatur program KB secara terpadu dan komprehensip di tingkat Desa dan Kelurahan.
“Adapun konsep yang diterapkan dalam program ini adalah memadukan program KB dengan program pembangunan lainnya seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial budaya, lingkungan dan infrastruktur lainnya,” jelasnya.
Oleh karena itu, tutur Ngesti, partisipasi dan sinergi program dari SKPD terkait sangat penting agar pelayanan program KB yang peripurna dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Desa Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur, sebagai lokasi Pencanangan Program Kampung KB ini ditetapkan karena memiliki jumlah pasangan subur yang cukup tinggi, serta belum memiliki Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).
Hal ini dimaksudkan, jelasnya Ngesti, agar dapat mengejar ketertinggalan untuk kemudian bersama-sama mencapai kesejahteraan bagi warganya, sebagaimana visi dan misi Kabupaten Natuna, Guna “Mewujudkan Masyarakat Yang Cerdas dan Mandiri Dalam Kerangka Keimanan dan Budaya Tempatan.
“Pada hakikatnya tingkat keberhasilan sasaran dan tujuan pelaksanaan program sangat bergantung dari seberapa besar komitmen dan peran aktif semua pihak terkait, baik para stakeholder di tingkat Kabupaten, Kecamatan maupun Desa/Kelurahan,” paparnya.
“Untuk itu, saya berharap agar komitmen semua pihak dan seluruh unsur terkait dapat berkoordinasi dan bekerja sama agar pencapaian tujuan dan sasaran dalam agenda prioritas pembangunan dapat terwujud,” tambahnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas PU PR, Tasrif, S.Sos, sejumlah FKPD dan OPD dilingkungan Pemkab Natuna, Kepala Dinas Kesehatan Penanggulangan Penduduk, Drs. Abdul Gani, M.Si, Camat Bunguran Timur diwakili Kasi PMD Kecamatan Bunguran Timur, Suhardi, SE, Kepala Desa Sungai Ulu, Hermanto, Pemuka masyarakat, Pemuka Adat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan masyarakat lainnya.
Penulis : Imam Agus
Editor : Mori
[sk]







Comment