BENGKALIS, SuaraKepri.com – Kecelakaan lalu lintas telah terjadi yang melibatkan 1 (satu) unit mobil merk Toyota Avanza BM 1408 DL dengan 1 (satu) unit sepeda motor merk Honda Vario BM 2064 DS, di Jalan Lebai Wahid Desa Bantan Tua, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Senin (12/7/2021) sekira Pukul 09.30 WIB.
Dari kejadian tersebut mengakibatkan pengendara sepeda motor Vario meninggal di tempat, yang dikendarai oleh Mujiono (52) dan istrinya Yati (49) warga Desa Jangkang, Jalan Tambak Rejo, Kecamatan Bantan.
Sementara, pengendara mobil Avanza BM 1488 DL atas nama SF seorang warga di Jalan Dusun Tua, Prapat Tunggal, Kecamatan Bengkalis selamat dari kejadian itu.
Kasat Lantas Polres Bengkalis AKP Hairul Hidayat, SIK, SH membenarkan adanya laka lantas diantara mobil Avanza dengan sepeda motor Vario.
Dari kronologis kejadian itu, mobil Avanza yang di kemudikan oleh SF berjalan menuju ke Selatbaru yang hendak mengisi BBM mobil di SPBU Selatbaru. Dan setiba di Jalan Lebai Wahid Desa Bantan Tua, ban mobil sebelah kiri terjadi beram di pinggir jalan pas di tikungan yang mengakibatkan mobil hilang kendali, sehingga SF banting stir kearah kanan.
“Setelah banting stir mobil SF menabrak pengendara motor Vario yang berjalan dari arah yang berlawanan, karena jarak yang sudah dekat dan tidak bisa dihindarkan lagi menabrak sepeda motor merk Honda Vario tersebut,” kata Kasad Lantas AKP Hairul Hidayat.
Akibat dari kejadian naas itu, pengendara sepeda motor merk honda Vario Mujiono dan istrinya mengalami luka dibagian kepala dan meninggal ditempat, serta kedua kendaraan mengalami kerusakan yang cukup parah.
“Kami masih mendalami dan melakukan penyelidikan dari kejadian laka lantas ini,” tutupnya.
Terpisah, pada sorenya, Isak tangis dan tersedu menyelimuti bagi pelayat yang menyaksikan dua keranda jalan beriringan menuju ke pemakaman di Jalan Tambak Rejo, Desa Jangkang, Kecamatan Bantan.
Di dalam keranda itu adalah jenazah Mujiono bin Kayat dan Nurhayati bin M Said yang merupakan korban kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di Jalan Lebai Wahid, di Desa Bantan Tua, Kecamatan Bantan.
Almarhum dan Almarhumah meninggalkan dua anak lelaki dan satu perempuan yang berusia sekitar 3 tahun yang biasanya selalu dibawa kemana saja pasangan ini pergi.
Namun, hari naas itu, si bungsu tidak ikut orang tuanya yang akan mengambil rapor keduanya yang belajar di kelas 10 MAN 1 Bengkalis.
Semasa hidup, almarhum Mujiono mencari nafkah bekerja ke Malaysia, karena Covid-19 melakukan pekerjaan seadanya. Sedangkan almarhumah sang istri adalah guru MDA di daerahnya.
Rumah permanen yang mereka tinggalkan baru beberapa tahun terakhir mereka tempati berlima. Kini, tiga orang yang menghuni rumah itu telah yatim piatu.
Sebelumnya, salah seorang warga Bantan, Alwi (60) tahun dan hampir 20 tahun menempati rumah yang berada di dekat tempat kejadian perkara (TKP), ini meminta kepada Pemkab Bengkalis perlu adanya perhatian dan melebarkan bahu jalan dari tikungan di tempat kejadian.
“Sejak saya di sini, sudah sering terjadi kecelakaan di sini apalagi menjelang penghujung minggu. Dimana, warga dari kota Bengkalis banyak menuju ke pantai Selat baru,” terang Alwi di tempat kejadian.

Comment