Batam, suarakepri.com – Usai menganalogikan pengeras suara azan dengan gonggongan anjing. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mendapat tanggapan dari berbagai pihak, salah satunya musisi dari Kota Batam.
Yan Gaboh selaku musisi di Kota Batam yang juga eksis menyuarakan opininya dalam sebuah karya musik, menilai sikap dan pernyataan Menag sangat mengkhawatirkan masyarakat antar umat beragama.
Ia menjelaskan, seharusnya sebagai pemilik kebijakan dapat lebih menjaga dan berhati-hati dalam menyampaikan dialog, apalagi dialog tersebut dinilai dapat memberikan dampak pada isu sara.
“Kami sebagai musisi tidak terima dengan pernyataan ini, mereka yang duduk dipemerintahankan adalah orang-orang yang berpendidikan tinggi, dan masyarakat sekarag juga sudah cerdas, seharusnya bahasa provokasi begini jangan pernah diucapkan,” ujarnya.
Menurutnya. Apa yang disampaikan oleh Menag memiliki tujuan yang baik, tetapi kurang dalam penyampainnya. Jika berbicara untuk tujuan beribadah, toleransi di Indonesia sudah sangat terjaga selama ini.
“Kalau sekedar untuk memberikan himbauan sebagai bentuk toleransi antar umat beragama, saya rasa setiap agama di Indonesia sudah punya kerukunan masing-masing, tutur sapa dan sopan santun,” ungkapnya.
Masih sambungnya. Seharusnya, setiap oknum yang melakukan ujaran kebencian ataupun menghina agama tertentu harus segera ditindak, agar tidak ada yang merasa tersakiti.
“Kami ingin damai dan saling meyakini. Mudah-mudahan dengan adanya proses hukum yang berlaku, oknum tersebut dapat belajar dari kesalahan, jika nantinya hukum tidak bisa bertindak, maka kami akan mencari cara lain,” tutupnya.

Comment