Promo FBS
FBS Reliable Broker
Opini

Menggali Makna Perubahan Iklim

409
×

Menggali Makna Perubahan Iklim

Sebarkan artikel ini
Seniman Kriya Bintan, Wak Lebon

Oleh: Wak Lebon

Perubahan iklim bukan lagi cerita jauh di luar sana. Ia sudah duduk di beranda rumah kita, mengetuk pintu dengan angin yang tak lagi ramah, hujan yang datang tanpa janji, dan laut yang perlahan memakan tepi kampung. Kita sering berpikir bahwa perubahan besar dimulai dari gedung tinggi dan rapat para ahli. Padahal, perubahan itu tumbuh dari kesadaran kecil setiap orang di tanah tempat ia berpijak.

WS Rendra pernah menulis, “Langit begitu hening, tetapi di dadaku ada yang bergetar.”

Getar itu kini terasa pada setiap bencana, cuaca tak menentu, dan tanah yang semakin rapuh. Alam sedang berbicara, tetapi kita terlalu sering menjadi bangsa yang tergesa membangun tanpa menimbang, mengejar tanpa menahan diri.

Dalam puisinya yang lain, Rendra mengingatkan: “Kita telah menjadi asing di negeri sendiri, karena kita lupa menyapa pohon, angin, dan matahari.”

Kata-kata itu tidak hanya indah, tapi juga menampar. Kita lupa bahwa alam bukan hiasan, tetapi ibu yang menanggung semua yang kita lakukan padanya.

Ketika hutan ditebang, laut tercemar, dan udara dipenuhi asap, itu bukan sekadar “masalah lingkungan” itu adalah tanda bahwa kita kehilangan hubungan paling dasar sebagai manusia: hubungan dengan bumi.

Perubahan iklim mengajarkan bahwa kita tidak hidup sendirian. Bahwa pilihan kita dari sampah yang kita buang hingga energi yang kita pakai membentuk masa depan anak-anak kita.

Kita tidak harus menjadi aktivis besar untuk peduli. Cukup mulai dari rumah, dari kebiasaan sederhana, dari keberanian untuk berkata: “Aku bertanggung jawab.”

Rendra pernah berkata, “Kesadaran adalah matahari, Kesabaran adalah bumi, Perjuangan adalah kehidupan.”

Hari ini, menjaga alam adalah bentuk perjuangan kita. Perjuangan untuk tetap menjadi manusia yang tidak hanya menunggu bencana, tetapi yang mau menjaga dunia agar tetap layak dihuni.

Perubahan iklim bukan akhir. Ia adalah panggilan untuk kembali pulang kepada alam, dan memperbaiki cara kita memperlakukannya.

Comment