Anambas, SuaraKepri.com – MTs Al-Ma’arif Jemaja, Kecamatan Jemaja menutup kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H / 2026 M dengan acara buka puasa bersama yang digelar pada Kamis (26/2/2026) pukul 17.00 WIB.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ps. Kanit Binmas Polsek Jemaja Aipda Yondrialis, Bhabinkamtibmas Briptu Fernando Siregar, Kepala Sekolah MTs Al-Ma’arif Jemaja Iskandar, pembina yayasan, pengawas sekolah, dewan guru, staf, serta seluruh siswa-siswi.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh MC, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan, penyampaian tausiyah menjelang berbuka puasa, doa bersama, dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama sebagai penutup kegiatan pesantren kilat yang telah berlangsung selama lima hari.
Kepala MTs Al-Ma’arif Jemaja, Iskandar, menyampaikan bahwa pesantren kilat merupakan program rutin sekolah dalam rangka pembinaan keagamaan dan pembentukan karakter siswa selama bulan suci Ramadhan.
“Alhamdulillah, pesantren kilat telah terlaksana selama lima hari. Sebagai penutup kegiatan, kami melaksanakan buka puasa bersama,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kehadiran pihak kepolisian yang turut memberikan materi keagamaan dan motivasi kepada para siswa menjelang waktu berbuka puasa.
“Kami dari pihak sekolah sangat bangga dan berterima kasih atas kepedulian anggota Polsek Jemaja yang telah hadir sekaligus menyampaikan materi. Materi yang disampaikan tentang betapa pentingnya ilmu pendidikan, terlebih ilmu agama bagi generasi muda,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan MTs Al-Ma’arif memiliki peran strategis sebagai sekolah berbasis agama di Pulau Jemaja dalam membentuk generasi yang berakhlak dan berilmu.
“Kami berharap ke depan tetap terjalin sinergi dan semangat bersama untuk memajukan sekolah agama yang satu-satunya ada di Pulau Jemaja ini. Mudah-mudahan masyarakat semakin terbuka pemikirannya bahwa pendidikan anak-anak sangat penting sebagai penerus bangsa,” tambahnya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ps. Kanit Binmas Polsek Jemaja Aipda Yondrialis mengangkat tema “Ramadhan, Saatnya Reset Diri Menjadi Lebih Baik”. Ia menekankan bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi perisai dari perbuatan tercela.
“Puasa adalah perisai. Artinya, kita harus mampu membentengi diri dari dosa, seperti berkata bohong, marah, dan berbuat curang, serta meninggalkan kebiasaan buruk selama bulan Ramadhan,” jelasnya di hadapan para siswa.
Ia juga mengajak para pelajar memanfaatkan momentum Ramadhan untuk meningkatkan ketakwaan, menjaga kejujuran, melatih kesabaran, serta mengganti kebiasaan kurang bermanfaat dengan kegiatan positif seperti tadarus Al-Qur’an dan memperbanyak ibadah.
Melalui kegiatan tersebut, terjalin silaturahmi yang baik antara pihak sekolah dan kepolisian serta mempererat kebersamaan di bulan suci Ramadhan. Kegiatan berakhir pada pukul 18.30 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. (Nanda)

Comment