TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Suasana khidmat menyelimuti Yayasan Sahabat Al-Quran di Jalan Nusantara, Tanjungpinang, Jumat (3/7/2026). Di tengah guyuran semangat dakwah, Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (PW PERSIS) Provinsi Kepulauan Riau resmi mengawali masa kepengurusannya dengan program yang langsung menyentuh akar umat: Bimbingan Fardu Kifayah bagi Santri.
Bukan sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi titik tolak strategis PERSIS Kepri dalam menghadirkan pengabdian nyata di bidang pendidikan dan sosial. Mengusung tema besar “Dakwah Bersatu, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju“, program ini lahir dari kolaborasi empat pilar: PW PERSIS Kepri, Program Studi Pendidikan Agama Islam IAI Miftahul Ulum, RTQ Sahabat Al-Quran, dan Yayasan Sahabat Al-Quran Kepri.
Semangat “Mengabdi dengan Ilmu”
Kegiatan yang bertajuk “PERSIS Peduli Dakwah, Pendidikan dan Sosial” ini tidak hanya berhenti pada teori. Lebih dari 30 santri diberikan pembinaan intensif seputar tata cara penyelenggaraan jenazah—mulai dari memandikan, mengafani, hingga praktik langsung salat jenazah sesuai tuntunan syariat. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, menjadikan momen ini sebagai laboratorium hidup bagi generasi muda untuk mendalami kewajiban kolektif (fardu kifayah) yang kerap terabaikan.
Hadir dalam kesempatan itu, jajaran akademisi dan pimpinan lembaga, termasuk Dekan Fakultas Tarbiyah IAI Miftahul Ulum, Dr. Milasari, M.Pd.I, serta Ketua Program Studi PAI, Ahmad Fadhil Rizki, M.H. Turut mendampingi Ketua PW PERSIS Kepri, Ust. Muhammad Zaini, S.Kom., M.Kom.I, yang dalam sambutannya menegaskan komitmen besar organisasi.
“Ini adalah langkah awal kami. Bukan dengan seremoni, tapi dengan aksi. Kami ingin PERSIS hadir sebagai rumah besar yang tidak hanya berbicara, tapi bergerak untuk umat,” ujar Ustaz Muhammad Zaini.
Ia menambahkan, pembekalan Fardu Kifayah ini adalah bentuk aktualisasi dakwah yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat. “Kami menggandeng perguruan tinggi dan yayasan untuk memastikan para santri tidak hanya hafal ayat, tapi juga paham bagaimana mengamalkan ilmu dalam kehidupan, bahkan hingga urusan penghormatan terakhir kepada sesama muslim,” jelasnya.
Menyongsong Generasi Qurani
Di sela-sela kegiatan, para santri juga mendapat suntikan motivasi untuk mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an dalam keseharian. Suasana haru dan semangat tampak saat para peserta mempraktikkan tata cara salat jenazah secara bergantian, menunjukkan bahwa ilmu agama benar-benar hidup dan diamalkan.
Bagi PW PERSIS Kepri, ini bukan hanya sekadar agenda rutin. Ini adalah wujud nyata persiapan mencetak generasi Qurani yang siap mengisi kemerdekaan dan menyongsong cita-cita Indonesia Emas.
Dengan sinergi antara kampus, yayasan, dan ormas Islam, harapan besar pun digantungkan: lahirnya generasi muda Kepri yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh dalam pemahaman dan pengamalan agama.
“Ini adalah pengabdian kami. Dari Tanjungpinang, untuk Indonesia yang lebih baik,” tutup Ustaz Zaini.


Comment