Jemaja, SuaraKepri.com – Hujan rintik-rintik yang turun di Jemaja pada Jumat (5/10) tidak menghalangi Bupati Anambas, Aneng, untuk menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kali ini, sosok yang dikenal dekat dengan warga dan anak-anak itu memilih makan siang di warung sederhana pinggir jalan di Padang Melang, Jemaja. Minggu, 05 Oktober 2025.
Di warung yang sederhana dan ramai pengunjung itu, Bupati Aneng tampak santai berbincang dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat, Ustad Qosim. Percakapan mereka mengalir hangat, membahas berbagai isu pembangunan dan rencana pengembangan wilayah di Kabupaten Anambas. Kedekatan Bupati Aneng dengan masyarakat terlihat dari sikapnya yang ramah, senyum dan sapaan hangatnya yang membuat suasana terasa akrab, meski tempatnya jauh dari gedung pemerintahan yang megah.
Momen paling menyentuh terjadi ketika sekelompok anak sekolah Pulang dari Kegiatan ukin ( uji kinerja Guru) di sekolah yang pergi makan melihat kehadiran Bupati Aneng. Anak-anak itu tampak terkejut sekaligus gembira. Beberapa dari mereka berlari mendekat sambil menyalami Bupati Aneng. “Pak Bupati, boleh foto sama kami?” tanya mereka dengan mata berbinar. Tidak hanya satu atau dua anak, tetapi puluhan anak sekolah bergiliran meminta foto bersama. Beberapa bahkan tampak haru melihat sosok pemimpin yang menjadi kebanggaan mereka hadir di tempat sederhana seperti warung tersebut.
Salah satu anak sekolah yang menyapa Bupati Aneng, Chacha Alqila Zahra (Kelas 10 SMA Negeri 1 Jemaja), menyampaikan harapannya dengan polos dan hangat:
“Semoga sehat selalu memimpin Anambas. Semoga beliau bisa membawa Anambas semakin maju, murah rezeki, dan segala urusan dimudahkan dalam membangun Anambas. Semoga jalan-jalan di Letung diperbaiki karena bolong,” ujarnya sambil tersenyum dan bergurau.
Selain Chacha, ada pula kisah haru Falisa Rania Safwana (10 tahun, Kelas 5 SD), yang beberapa hari lalu tidak sempat berfoto dengan Bupati Aneng saat kunjungan ke Jemaja. Kali ini, Falisa akhirnya berkesempatan bertemu langsung dengan Bupati Aneng beserta Ny. Sinta Aneng, dan dapat berfoto bersama. Momen ini membuat Falisa sangat bahagia dan menjadi kenangan manis yang tak terlupakan.
Orang tua Falisa, Rika Rovita, mengungkapkan kekagumannya terhadap sosok Bupati Aneng. “Kami sangat mengagumi Bupati Aneng yang sederhana, dekat dengan masyarakat, dan selalu memperhatikan anak-anak,” ujar Rika.
Bupati Aneng pun menyalami satu per satu anak-anak dan bersedia berfoto, sambil tetap meladeni sapaan warga sekitar. Interaksi ini bukan hanya sekadar formalitas, tetapi mencerminkan kedekatan seorang pemimpin dengan warganya, terutama generasi muda yang menjadi harapan masa depan Anambas.
Kehadiran Bupati Aneng di warung pinggir jalan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa seorang pemimpin tidak selalu harus terlihat di gedung megah atau acara formal. Aksi sederhana seperti menyempatkan diri bersilaturahmi dengan warga di tengah hujan rintik-rintik mampu menegaskan citra kepemimpinan yang merakyat dan peduli terhadap kebutuhan masyarakat di lapisan paling dasar.
Momen hangat ini menjadi bukti nyata bahwa kedekatan antara pemimpin dan masyarakat tidak harus dibangun melalui jarak protokoler, tetapi melalui interaksi langsung, senyum, dan kehangatan manusiawi. Anak-anak yang hadir tidak hanya mendapat pengalaman berharga bertemu dengan pemimpin mereka, tetapi juga melihat contoh nyata kepedulian seorang pemimpin terhadap warganya.
Interaksi hangat antara Bupati Aneng, warga, dan anak-anak sekolah terus berlangsung, menegaskan pesan sederhana: kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang hadir, mendengar, dan dekat dengan warganya. (Yudi)







Comment