Promo FBS
FBS Reliable Broker
Anambas

Pelabuhan Nelayan Sedanau Roboh Setahun Lalu, Belum Ada Perbaikan

282
×

Pelabuhan Nelayan Sedanau Roboh Setahun Lalu, Belum Ada Perbaikan

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Anambas, Firdian Syah saat meninjau Pelabuhan Nelayan Sedanau yang roboh./Yudi

Anambas, SuaraKepri.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas, Firdian Syah, Daerah Pemilihan (Dapil) 3 mendesak Pemerintah Daerah menjadi perhatian serius atas Pelabuhan Nelayan Sedanau.

Bupati Kepulauan Anambas langsung melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Jemaja, salah satunya meninjau kondisi Pelabuhan Dusun 1 Sedanau, Desa Rewak, yang sejak setahun lalu roboh diterjang ombak besar. Hingga saat ini, pelabuhan yang menjadi salah satu fasilitas vital bagi nelayan itu belum tersentuh perbaikan dari pemerintah daerah.

Kondisi pelabuhan yang hancur membuat nelayan setempat kesulitan untuk menambatkan kapal atau pompong mereka. Sebagian besar nelayan akhirnya terpaksa memarkirkan pompong lebih jauh dari lokasi semula, yang tentu menyulitkan aktivitas mereka sehari-hari.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Anambas didampingi oleh anggota DPRD Anambas Dapil 3, Firdian Syah. Ia menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap nasib nelayan Sedanau yang sangat bergantung pada pelabuhan tersebut.

“Pelabuhan ini sudah cukup lama berdiri. Usianya mungkin sudah tua, jadi wajar bila akhirnya roboh. Tapi inilah yang menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat, khususnya nelayan. Oleh sebab itu, harus segera dibangun ulang agar mereka tidak lagi kesulitan menyimpan pompong,” kata Firdian di lokasi.

Tak hanya soal pelabuhan, akses jalan menuju lokasi juga menjadi perhatian. Bupati bahkan harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 500 meter untuk sampai ke pelabuhan. Kondisi ini dinilai tidak ideal mengingat jalan tersebut seharusnya bisa dibangun agar mempermudah masyarakat maupun pemerintah dalam melakukan aktivitas di kawasan itu.

Menurut Firdian, akses jalan menuju pelabuhan Sedanau sebenarnya telah beberapa kali masuk dalam usulan pembangunan infrastruktur. Pada tahun anggaran 2023–2024, usulan pembangunan jalan dari Sedanau hingga pangkal pelabuhan juga kembali diajukan. Namun, realisasi di lapangan hanya sebagian saja, tidak sampai tuntas.

“Awal pengajuan dari Sedanau sampai pangkal pelabuhan. Tapi kalau dilihat, yang dibangun hanya separuhnya saja. Mungkin karena terbatasnya anggaran. Padahal jalan ini penting agar akses ke pelabuhan lebih mudah,” jelasnya.

Sebagai wakil rakyat dari Dapil 3, Firdian menegaskan bahwa DPRD hanya memiliki kewenangan dalam mengajukan usulan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Namun, keputusan pembangunan sepenuhnya berada di tangan pemerintah daerah, khususnya Bupati Anambas.

“Kita dari DPRD hanya bisa mengajukan. Kewenangan pembangunan itu ada di pemerintah daerah. Karena itu, kami sangat berharap bupati benar-benar serius dengan pelabuhan tambatan nelayan Sedanau. Jangan sampai masalah ini dibiarkan terlalu lama, karena pelabuhan adalah urat nadi bagi kehidupan nelayan,” tegasnya.

Firdian juga mengingatkan bahwa pelabuhan merupakan salah satu sarana penting bagi masyarakat pesisir, tidak hanya untuk nelayan, tetapi juga untuk mendukung perputaran ekonomi lokal. Dengan adanya pelabuhan yang layak, masyarakat akan lebih mudah melakukan aktivitas bongkar muat hasil laut maupun kebutuhan sehari-hari.

“Kalau pelabuhan ini segera dibangun ulang, otomatis aktivitas ekonomi masyarakat akan kembali lancar. Kita semua tentu ingin masyarakat nelayan lebih sejahtera. Karena itu, saya harap bupati bisa memprioritaskan pembangunan pelabuhan Sedanau ini,” pungkasnya. (Yudi)

Comment