Anambas, SuaraKepr.com – Bupati Kepulauan Anambas melakukan peninjauan langsung ke Pelabuhan Ro-Ro di Jemaja Timur, Sabtu (6/9/2025). Pelabuhan yang baru saja selesai dibangun dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu menuai sorotan setelah ditemukan banyak pekerjaan yang belum rampung, bahkan beberapa bagian terlihat dikerjakan asal-asalan.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati terlihat memeriksa sejumlah titik fasilitas pelabuhan, mulai dari dermaga, bangunan penunjang, hingga akses jalan. Hasilnya, masih banyak bagian yang belum sempurna. Ironisnya, tidak ada lagi aktivitas pekerja di lokasi, padahal pekerjaan jelas belum tuntas.
“Pelabuhan ini sangat penting untuk mobilitas masyarakat Jemaja dan peningkatan ekonomi daerah. Tapi kalau kondisinya masih seperti ini, tentu kami merasa prihatin,” ujar Bupati.
Informasi yang dihimpun, pembangunan Pelabuhan Ro-Ro Jemaja Timur sudah resmi diserahkan ke Dinas Perhubungan Provinsi. Bahkan, dalam waktu dekat pelabuhan tersebut direncanakan akan diuji coba pengoperasiannya.
Namun dengan kondisi fisik yang belum maksimal, muncul kekhawatiran apakah pelabuhan benar-benar siap digunakan. “Jangan sampai proyek sebesar ini hanya sebatas seremonial, sementara manfaat nyata bagi masyarakat belum terasa,” tegas Bupati.
Karena proyek ini dibiayai APBN, Bupati memastikan akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan. Evaluasi menyeluruh dinilai sangat penting, baik terhadap kualitas pekerjaan maupun pihak pelaksana proyek.
“Kami akan sampaikan langsung ke Kementerian Perhubungan. Ini proyek pusat, jadi harus ada perhatian khusus. Jangan sampai uang negara terbuang percuma,” katanya.
Masyarakat Jemaja Timur sejatinya menaruh harapan besar terhadap pelabuhan ini. Dengan adanya Ro-Ro, akses transportasi laut antarpulau diyakini akan lebih lancar, biaya distribusi barang lebih murah, dan peluang ekonomi lokal semakin terbuka.
Namun, melihat kondisi di lapangan, warga menilai masih ada banyak yang perlu dibenahi. “Kalau sudah diserahkan tapi kondisinya masih begini, tentu kami khawatir pelabuhan tidak bisa dimanfaatkan maksimal,” ungkap salah seorang warga setempat.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas berkomitmen untuk terus mengawal persoalan ini hingga tuntas. Bupati menegaskan, pembangunan infrastruktur publik harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar formalitas penyelesaian proyek.
Dengan adanya koordinasi antara Pemkab, Pemerintah Provinsi, dan Kementerian Perhubungan, diharapkan Pelabuhan Ro-Ro
Jemaja Timur dapat segera di usut tuntas jika memang ada kejanggalan yang terjadi. (YUDI)







Comment