Bintan, suarakepri.com – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kepulauan Riau, Dewi Kumalasari Ansar, menghadiri Panen Raya Cabai dalam Program Ketahanan Pangan Desa Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya. Kegiatan ini menjadi wujud konkret pemberdayaan perempuan desa melalui gerakan PKK yang terstruktur hingga ke tingkat akar rumput.
Panen raya tersebut dihadiri Camat Toapaya Ivan Golar R.S.Sos, Kepala Desa Toapaya Selatan Suhenda, unsur Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta kelompok tani dan kader PKK setempat.
Momentum panen ditandai dengan pemetikan cabai langsung oleh Dewi Kumalasari Ansar bersama para kader dan petani perempuan. Selain cabai, kelompok perempuan desa juga berhasil membudidayakan komoditas hortikultura lain seperti semangka, sebagai bentuk diversifikasi pangan keluarga.
Dalam sambutannya, Dewi menegaskan bahwa keberhasilan ketahanan pangan desa tidak lepas dari peran Dasawisma, yaitu kelompok PKK di bawah tingkat RT yang membina 10 hingga 20 rumah tangga dalam satu wilayah. Struktur inilah yang menjadi kekuatan utama gerakan PKK karena menyentuh langsung unit terkecil dalam masyarakat, yakni keluarga.
“Dasawisma adalah ujung tombak. Dari rumah ke rumah, mereka menggerakkan keluarga untuk menanam, memanfaatkan pekarangan, dan menjaga ketersediaan pangan secara mandiri,” ujarnya, Rabu (11/02).
Menurutnya, peran aktif Dasawisma tidak hanya memperkuat produksi pangan lokal, tetapi juga menjadi fondasi pelaksanaan program inovasi PKK, yakni Kampung CERIA PKK (Cerdas, Ekonomi, Ramah Lingkungan, Inovatif, dan Aman Pangan).
Melalui konsep Kampung CERIA PKK, desa didorong untuk:
- Meningkatkan literasi dan kapasitas keluarga (Cerdas),
- Menguatkan ekonomi rumah tangga berbasis usaha produktif (Ekonomi),
- Mengelola lingkungan secara berkelanjutan (Ramah Lingkungan),
- Mengembangkan kreativitas dan inovasi lokal (Inovatif),
- Menjamin ketersediaan serta keamanan pangan keluarga (Aman Pangan).
Panen raya cabai di Toapaya Selatan dinilai mencerminkan implementasi nyata dari konsep tersebut. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi perempuan dan memperkuat ketahanan keluarga dari tingkat paling dasar.
Cabai sebagai komoditas strategis yang kerap memengaruhi inflasi daerah juga menjadi perhatian dalam program ini. Dengan memperkuat produksi lokal berbasis Dasawisma, ketersediaan pasokan di tingkat desa diharapkan mampu membantu menjaga stabilitas harga.
Dewi berharap Desa Toapaya Selatan dapat menjadi model percontohan pengembangan Kampung CERIA PKK di Kepulauan Riau.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal hasil panen, tetapi tentang bagaimana keluarga diberdayakan, perempuan dilibatkan, dan desa bergerak bersama,” tutupnya.


Comment