Bintan, SuaraKepri.com -Pemerintah Kabupaten Bintan menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah bagi anak melalui deklarasi Kabupaten Layak Anak (KLA) Periode 2025–2030 yang digelar bersamaan dengan pelantikan Pengurus TP PKK, Tim Pembina Posyandu, dan Dekranasda Bintan, Rabu (16/4), di Aula Kantor Bupati.
Deklarasi ini menjadi langkah strategis Pemkab Bintan dalam memastikan pemenuhan hak-hak anak melalui kolaborasi lintas sektor. Tak hanya dari aspek perlindungan, tapi juga dalam hal pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, serta partisipasi anak dalam pembangunan.
Bupati Bintan Roby Kurniawan dalam sambutannya menyampaikan bahwa membangun daerah yang ramah anak adalah investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi emas Bintan yang cerdas, sehat, dan berdaya saing.
“Deklarasi ini bukan hanya simbolis. Ini adalah bentuk keseriusan kami bahwa setiap kebijakan daerah ke depan wajib memperhitungkan dampaknya terhadap tumbuh kembang anak,” tegasnya.
Ia menambahkan, program-program PKK dan Posyandu yang selama ini menyasar keluarga dan anak-anak akan diperkuat sebagai tulang punggung dalam mewujudkan KLA. Termasuk dalam upaya penurunan angka stunting, peningkatan gizi anak, hingga pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sejak dini.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Bintan, Hafizha Rahmadhani Putri, menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk mendukung KLA. “Kita butuh sinergi, dari kader PKK, Posyandu, pendidik, hingga orang tua untuk memastikan setiap anak di Bintan tumbuh dalam lingkungan yang layak dan terlindungi,” ujarnya.
Dengan penguatan struktur kelembagaan, TP PKK, Posyandu, dan Dekranasda juga diharapkan menjadi mitra aktif Pemkab dalam mengidentifikasi permasalahan anak di desa dan kelurahan, sekaligus memberikan intervensi cepat yang tepat sasaran.
Kegiatan ini sekaligus menjadi awal dari penguatan gerakan masyarakat yang responsif terhadap isu-isu anak. Bintan kini melangkah pasti menuju daerah yang menjadikan anak sebagai pusat pembangunan — bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai agen perubahan di masa depan.

Comment