Promo FBS
FBS Reliable Broker
Bintan

Polemik Studi Banding PDBI Bintan, KONI Bintan Bungkam

238
×

Polemik Studi Banding PDBI Bintan, KONI Bintan Bungkam

Sebarkan artikel ini
Gedung KONI Bintan. /F: Google (Syafrul).

Bintan, suarakepri.com – Polemik keberangkatan rombongan Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kabupaten Bintan sebanyak 15 orang ke sekretariat PDBI Kabupaten Bandung terus bergulir. Setelah sebelumnya Ketua PDBI Bintan, Agel Hendri memberikan klarifikasi terkait tujuan dan pendanaan kegiatan studi banding, perkembangan terbaru kembali memunculkan sejumlah pertanyaan, khususnya terkait struktur organisasi PDBI di tingkat provinsi serta peran KONI Bintan dalam penyaluran anggaran.

Pada Kamis, 11 Desember 2025, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengonfirmasi bahwa dirinya memang pernah menjabat sebagai Ketua PDBI Provinsi Kepulauan Riau. Namun, Lis menyatakan bahwa organisasi PDBI Kepri saat ini sudah tidak aktif.

“Memang benar saya pernah menjadi Ketua PDBI Kepri. Namun saat ini PDBI Kepri sudah tidak aktif lagi karena terkendala anggaran,” ujar Lis Darmansyah.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan tersendiri di tengah rencana PDBI Bintan yang menyebut akan mendorong pembentukan kembali PDBI Provinsi Kepulauan Riau. Kondisi kevakuman organisasi di tingkat provinsi ini dinilai relevan untuk dikaji lebih jauh, terutama dalam konteks penggunaan anggaran pembinaan cabang olahraga drum band di daerah.

Seiring perkembangan itu, tim media Investigasi Amok Kepri melakukan upaya konfirmasi kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bintan sebagai lembaga yang disebut menjadi sumber pendanaan kegiatan studi banding PDBI Bintan. Pada Kamis, 11 Desember 2025, media ini menghubungi Ketua KONI Bintan, Dedi Susanto atau yang akrab disapa Apeng, untuk meminta waktu wawancara baik secara daring maupun luring.

Namun, Ketua KONI Bintan menyampaikan bahwa dirinya sedang berada di luar daerah dan belum dapat memberikan keterangan. Saat media menawarkan wawancara singkat melalui pesan WhatsApp, yang bersangkutan kembali menyatakan belum bisa menjawab karena tengah menerima tamu dari luar daerah. Hingga saat itu, belum ada kepastian waktu lanjutan untuk wawancara.

Upaya konfirmasi kembali dilakukan pada Rabu, 17 Desember 2025. Tim media kembali menghubungi Ketua KONI Bintan melalui pesan WhatsApp dan menyampaikan permohonan klarifikasi terkait penggunaan anggaran studi banding PDBI Bintan. Media juga menyertakan tautan berita klarifikasi Ketua PDBI Bintan yang telah lebih dahulu dipublikasikan.

Dalam pesan tersebut, salah satu tim media Investigasi Amok Kepri secara spesifik menanyakan apakah benar keberangkatan rombongan PDBI Bintan dibiayai dari anggaran APBD yang disalurkan melalui KONI Bintan. Namun hingga berita ini diturunkan, tidak ada jawaban maupun tanggapan resmi dari Ketua KONI Bintan atas pertanyaan tersebut.

Belum adanya pernyataan dari KONI Bintan menambah daftar pihak yang belum memberikan penjelasan secara terbuka, meski kegiatan studi banding tersebut disebut menggunakan anggaran APBD Bintan. Publik pun menanti penjelasan resmi dari KONI Bintan untuk memastikan mekanisme penganggaran, dasar persetujuan kegiatan, serta bentuk pengawasan terhadap penggunaan dana pembinaan cabang olahraga.

Tim media Investigasi Amok Kepri akan terus berupaya meminta klarifikasi dari pihak-pihak terkait guna menjaga prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan informasi publik, khususnya dalam penggunaan anggaran yang bersumber dari APBD.

Comment