Tanjungpinang, suarakepri.com – Program Studi Diploma III Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang bekerja sama dengan Puskesmas Batu 10 melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Upaya Pencegahan Stunting dan Pemantauan Tumbuh Kembang pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Batu 10, Kelurahan Kijang Kencana, Kota Tanjungpinang”.
Kegiatan yang digelar di Posyandu Pucuk Merah, Kelurahan Kijang Kencana, Selasa (8/7), tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya para ibu yang memiliki balita, mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini serta pemantauan tumbuh kembang anak.
Ketua Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang, Hj. Suharti, SST., MPH, mengatakan stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak yang ditandai dengan tinggi badan lebih rendah dibandingkan standar usianya. Kondisi tersebut terjadi akibat kekurangan gizi kronis dalam waktu yang lama, terutama selama 1.000 hari pertama kehidupan, yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
“Upaya pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi ibu hamil, konsumsi makanan bergizi seimbang, rutin mengonsumsi tablet tambah darah, serta melakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Suharti, bayi perlu mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan. Setelah itu, pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dilakukan sesuai usia anak dengan memperhatikan kecukupan gizi, keberagaman menu, dan keamanan pangan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui penggunaan air bersih, jamban sehat, serta membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun. Orang tua juga diimbau melengkapi imunisasi dasar dan secara rutin membawa balita ke posyandu untuk memantau pertumbuhan dan perkembangannya.
Menurut Suharti, stunting tidak hanya berdampak pada tinggi badan anak, tetapi juga dapat mengganggu perkembangan otak, menurunkan kemampuan belajar, melemahkan daya tahan tubuh, serta meningkatkan risiko penyakit tidak menular dan menurunkan produktivitas pada usia dewasa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pendaftaran peserta, dilanjutkan pemeriksaan tumbuh kembang balita oleh tenaga kesehatan. Selanjutnya, tim pengabdian masyarakat memberikan penyuluhan mengenai pencegahan stunting kepada para ibu balita.
Suasana penyuluhan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Untuk meningkatkan partisipasi peserta, panitia memberikan door prize kepada ibu maupun balita yang berhasil menjawab pertanyaan dari narasumber.
Melalui kegiatan tersebut, Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang bersama Puskesmas Batu 10 berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting semakin meningkat sehingga mampu mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Comment