Promo FBS
FBS Reliable Broker
NasionalSuara KepriTanjungpinang

Menag Ungkap Jejak Daeng Celak dalam Silsilah Keluarganya

206
×

Menag Ungkap Jejak Daeng Celak dalam Silsilah Keluarganya

Sebarkan artikel ini
Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, Rabu (14/01). /F: ist

Tanjungpinang, suarakepri.com — Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, mengungkapkan adanya keterikatan historis dan emosional dengan Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, setelah mengetahui dirinya memiliki garis keturunan dari Daeng Celak, tokoh penting dalam sejarah Melayu-Islam dan ayah dari Pahlawan Nasional Raja Haji Fisabilillah.

Pengakuan tersebut disampaikan Menag saat memberikan sambutan dalam kunjungan kerja ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau, di Jalan Daeng Kemboja KM 15, Tanjungpinang, Rabu (15/1/2026), yang dihadiri jajaran pimpinan, aparatur sipil negara (ASN), serta pegawai Kemenag Kepri.

Menurut Menag, penelusuran sejarah keluarganya memperlihatkan adanya garis nasab yang bersambung dengan Daeng Celak, tokoh sentral dalam Kesultanan Riau-Lingga yang memiliki peran besar dalam pengembangan Islam, pemerintahan, dan perlawanan terhadap kolonialisme di wilayah Melayu.

“Setelah menelusuri sejarah keluarga, ternyata ada garis keturunan saya yang bersambung dengan Daeng Celak. Karena itu, Pulau Penyengat dan Tanjungpinang terasa memiliki ikatan batin tersendiri bagi saya,” ujar Nasaruddin Umar di hadapan ASN Kemenag Kepri.

Ia menegaskan bahwa Kepulauan Riau, khususnya Pulau Penyengat, bukan sekadar wilayah geografis, melainkan pusat penting peradaban Islam Melayu Nusantara. Pulau tersebut dikenal sebagai tempat lahirnya karya-karya besar ulama Melayu, termasuk Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji, yang hingga kini menjadi rujukan nilai moral dan kebangsaan.

Dalam kesempatan itu, Menag juga menyampaikan pesan penguatan moral kepada ASN Kementerian Agama. Ia menekankan bahwa tugas sebagai pelayan umat menuntut integritas, ketulusan, dan keteguhan dalam menjaga amanah.

“Menjadi ASN Kementerian Agama tidaklah ringan. Diperlukan kesabaran, ketahanan, dan keikhlasan. Jika amanah dijaga dengan lurus, insyaallah balasannya bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat,” tegasnya.

Selain itu, Menag mengingatkan seluruh jajaran Kemenag agar senantiasa menjadikan nilai-nilai agama sebagai fondasi kerja, menjauhi praktik yang bertentangan dengan etika, serta membersihkan hati dan pikiran dari hal-hal yang bersifat haram maupun syubhat.

Kunjungan kerja ini diharapkan tidak hanya memperkuat semangat pengabdian ASN Kemenag di Kepulauan Riau, tetapi juga menegaskan kembali posisi Pulau Penyengat sebagai simpul sejarah, spiritualitas, dan identitas Islam Melayu, yang memiliki kontribusi besar dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Comment