Promo FBS
FBS Reliable Broker
PolitikSuara Kepri

Musda Golkar Kepri Mendadak Diundur: Dua Kubu Menguat, DPP Turun Tangan Redam Ketegangan

705
×

Musda Golkar Kepri Mendadak Diundur: Dua Kubu Menguat, DPP Turun Tangan Redam Ketegangan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi foto dua kader Partai Golkar di Kepri, Rizki Faisal (kiri), kini Komisi III DPR RI Dapil Kepri serta Ade Angga, Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang. /F: Gemini AI

Kepulauan Riau, suarakepri.com — Ketegangan internal di tubuh Partai Golkar Kepulauan Riau (Kepri) kembali mencuat setelah Musyawarah Daerah (Musda) V yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (16/11/2025) mendadak ditunda. Penundaan ini disebut terjadi akibat belum mengerucutnya kesepakatan terkait calon ketua yang akan memimpin DPD I Golkar Kepri.

Ketua DPD I Golkar Kepri, Akhmad Ma’ruf Maulana, membenarkan adanya penundaan tersebut. Ia mengatakan keputusan itu disampaikan melalui surat resmi nomor B-035/DPD/Golkar/XI/2025.

“Kami menunda pelaksanaan Musda V sampai waktu yang belum ditentukan. Seluruh keputusan menunggu arahan DPP,” ujarnya, Minggu (16/11/2025).

Di balik penundaan tersebut, dinamika internal disebut semakin tajam. Dua kubu yang mengusung kandidat masing-masing menguat dan memicu suasana kompetitif di internal partai berlambang pohon beringin tersebut. Upaya mediasi bahkan telah dilakukan DPP Partai Golkar hingga dua kali, namun belum menghasilkan kesepakatan.

Informasi yang beredar menyebutkan tiga nama sempat masuk dalam bursa calon ketua, yakni Rizki Faisal, Ade Angga, dan Roby Kurniawan. Namun dalam proses penjaringan, dukungan kader disebut mengerucut menjadi dua sosok: Ade Angga dan Rizki Faisal.

Ketua DPD II Golkar Kepulauan Anambas, Indra Syahputra, mengonfirmasi bahwa dua nama itu kini menjadi pusat perhatian. Ia menyebut bahwa DPP memberi arahan khusus kepada Ade Angga.

“Nama yang mengerucut memang Ade Angga dan Rizki Faisal. Roby tidak masuk karena tidak mendapat rekomendasi,” ungkapnya.

Meski demikian, Rizki Faisal yang kini menjabat sebagai anggota DPR RI Dapil Kepri justru mendapat dukungan penuh dari seluruh DPD II se-Kepri.

“Beliau memang tidak mendapat rekomendasi DPP, tetapi dukungan dari DPD II seluruh Kepri jelas mengalir untuk Rizki,” lanjut Indra.

Situasi ini membuat Musda V Golkar Kepri menjadi sorotan. Dengan dua kekuatan besar saling mengklaim dukungan, arah keputusan DPP kini menjadi kunci utama kapan Musda akan dilaksanakan kembali dan siapa yang akhirnya memimpin Golkar Kepri ke depan.

Comment