BATAM – Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau kini tengah dihadapkan pada persoalan krisis ekonomi dan krisis investasi yang cukup memprihatinkan.
Partai Golongan Karya berharap Gubernur Nurdin Basirun segera menyusun langkah-langkah strategis dalam mengatasi masalah krisis ekonomi dan investasi tersebut.
Demikian dikatakan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kepri Ansar Ahmad ketika ditemui wartawan seusai menggelar safari Ramadhan di masjid At Toyibah Perumahan Taman Lestari Batu Aji Kota Batam, Rabu 14 Juni 2017.
Menurut Ansar, selama ini Provinsi Kepri sudah teruji dengan berbagai pengalaman dalam menangani krisis ekonomi. Meski secara nasional terjadi krisis paling buruk, ekonomi Kepri tetap mampu tumbuh dengan baik.
“Bahkan selama reformasi angka pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri selalu di atas rata-rata nasional. Pak Gubernur harus bertindak cepat, taktis dan terukur. Tidak boleh berleha-leha. Harus ada langkah dan kebijakan nyata dalam menangani krisis ini,” jelas Ansar.
Partai Golkar, jelas Ansar, meminta Pemprov Kepri terus menggerakkan sektor riil, mendorong tumbuh kembangnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai upaya langkah konkrit menangani krisis.
“Sektor kerakyatan harus terus dipacu. Kemudahan berinvestasi dan kebijakan yang pro terhadap seluruh kegiatan usaha yang menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat harus segera dikedepankan. Saya percaya Pak Gubernur bisa melakukan itu dengan visi ekonomi nya yang sangat cerdas,” katanya.
Ansar juga berharap, Pemprov Kepri segera diskusi bareng dengan DPRD untuk mencari solusi terbaik dalam menangani krisis.
“Ini penting, karena inflasi kita cenderung naik sementara angka pertumbuhan ekonomi terus turun,” tandasnya.
Ansar mencontohkan kelesuan ekonomi di Kota Batam yang satu tahun terakhir cukup memukul kalangan pengusaha. Dari catatan BPS, angka pertumbuhan ekonomi Batam tahun ini hanya 2,4 persen sementara inflasi di atas 3 persen.
Daya beli masyarakat turun drastis sehubungan dengan melonjaknya harga kebutuhan pokok akibat tingginya biaya produksi.
“Batam ini barometer untuk daerah lain di Kepulauan Riau. Saya khawatir kalau persoalan krisis ekonomi dan investasi di Batam ini tidak segera teratasi akan berdampak pada daerah lain di Kepulauan Riau,” tutupnya.
[sk]










Comment