TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Puluhan mahasiswa dari gabungan dari Jaringan Informasi Mahasiswa, Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan organisasi mahasiswa lainnya, mendatangi kantor Gubernur Kepri, Dompak, pada hari Jumat (7/11).
Kedatangan puluhan mahasiswa ini untuk melakukan aksi demo mendesak Gubernur Kepri, HM Sani untuk segera menuntaskan masalah listrik di Tanjungpinang yang telah berkepanjangan.
Aksi demo mahasiswa ini mendapat pengawalan ketat dari ratusan personil dari Polres Tanjungpinang dan Satpol PP
Koordinator lapangan dari JIM Kepri, Haerul Anwar mengatakan bahwa Gubernur Kepri harus serius menyelesaikan krisis listrik di Tanjungpinang.
“Gubernur Kepri harus segera duduk satu meja bersama dengan Pemko Tanjungpinang dan Pemkab Bintan untuk menuntaskan masalah krisis listrik di Tanjungpinang,” ujarnya.
Selain itu mereka juga mendesak agar interkoneksi Bintan-Batam segera dipasang agar cadangan listrik ada di Kota Tanjungpinang.
“Provinsi Kepri harus terpisah kantor wilayah PLN dengan Pekanbaru. Karena Kepri sudah menjadi provinsi tersendiri dan agar penangan masalah listrik bisa cepat. Selain itu Gubernur Kepri harus serius menangani masalah listrik ini daripada pembangunan lainnya, karena ini adalah janji beliau semasa kampanye,” ungkapnya.
Saat melakukan aksi demo, mahasiswa terus mendesak bertemu Gubernur Kepri dan Sekda Kepri. Aksi dorong-dorongan antara petugas dengan mahasiswa pun tidak dapat terhindarkan dan hampir berakhir ricuh.
Beruntung aksi mahasiswa ini dapat dicegah setelah Kepala Biro Humas dan Protokoler, Raja Heri menemui mereka. Raja Heri pun menjelaskan bahwa Gubernur Kepri dan Sekda Kepri tidak berada ditempat. Para pendemo pun akhirnya membubarkan diri tidak berselang lama. (Jupri)
[sk]







Comment