NATUNA – Proses belajar mengajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Migas Natuna dialihkan pada bangunan SMK Teknik didesa Ceruk. Hal tersebut dikarena pemanfaatan bangunan SMK Teknik yang lama tidak digunakan.
“Alasan kita menempati bangunan ini sebagai proses belajar mengajar, salah satunya untuk memanfaatkan bangunan SMK Teknik yang sudah lama tidak digunakan. Karena mubazir bangunan yang semegah ini tidak dimanfaatkan, “Kata Kepala SMK Migas Natuna, Yanto diruang kerjanya, Senin (30/01).
Dikatakan Yanto, sebelum dipindahkan ke bangunan SMK Teknik, pihaknya sudah mendapatkan izin dari Pemerintah Provinsi Kepri.
“Ini bangunan milik provinsi, jadi kita harus mendapat izin dulu kepada pemerintah provinsi sebelum menempati bangunan ini,”jelasnya.
Yanto juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah Provinsi dan Kabupaten, serta masyarakat desa ceruk yang antusias menerima keberadaan SMK Migas.
“Kita sangat bersyukur karena masyarakat didesa ceruk bisa menerima keberadaan sekolah kita, sebelum kita pindah ke bangunan ini banyak masyarakat yang membantu kita untuk membenah atau ikut bergotong royong, “ucap Yanto.
Untuk saat ini, lanjut Yanto, Fasilitas pada bangunan ini bisa dikatakan sangat kurang. Salah satunya Listrik dan jauh dari jangkauan masyarakat.
“Seperti ini kondisi sekolah kita, masih banyak fasilitas yang belum tersedia misalnya listrik, dimana-mana sekolah sangat membutuhkan listrik. Selain itu sangat jauh dari keberadaan masyarakat, “terangnya.
“Sekolah kita juga mendapat bantuan mobil antar jemput siswa sebanyak dua unit, tapi sekarang ini mobil transportasi untuk siswa tersebut dalam kondisi rusak (sedang dalam perbaikan). Jadi menunggu mobil tersebut diperaiki kita menggunakan mobil desa untuk sementara,”jelasnya.
Dari pantauan media ini, bangunan baru yang ditempati SMK Migas sebagai proses belajar mengajar siswa sangat jauh (ditengah hutan) melewati jalan stapak yang berlumpur. Sangat jauh dari jangkauan masyarakat dan tidak ada listrik.
Siswa SMK Migas Natuna berjumlah 36 siswa dan 16 guru. SMK Migas sudah berjalan 2 tahun dan belum mencetak alumni.
“Kita berharap SMK Migas ini bisa di Negerikan dan para guru bisa dihonor provinsi,”tutup Yanto. (Wendi/Imam).







Comment