Promo FBS
FBS Reliable Broker
Natuna

Hamid Rizal Apresiasi Guru Ikut Andil Dalam Pembangunan

518
×

Hamid Rizal Apresiasi Guru Ikut Andil Dalam Pembangunan

Sebarkan artikel ini

NATUNA – Pemerintah dan masyarakat Indonesia memberi apresiasi sangat tinggi kepada para guru dan seluruh sumber daya insani yang memiliki andil langsung atau tidak langsung dalam pembangunan di bidang pendidikan dan kebudayaan. Apresiasi itu sangat wajar, karena para guru mengabdikan diri sesuai dengan tugas dan tanggung jawab profesionalnya.

Hal tersebut dikatakan Bupati Natuna, Hamid Rizal saat membacakan Sambutan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, pada puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2017, di Halaman Kantor Bupati Natuna, Selasa (28/11).

Masih kata Hamid, Profesionalitas, komitmen, pengabdian dan talenta para guru di bidang pendidikan, pembelajaran, dan pembudayaan tanpa mengenal batas ruang dan waktu demi masa depan anak bangsa untuk mencapai puncak peradaban pribadi, sosial, dan kedewasaan berbangsa dan bernegara.

Mereka (guru, red) menjadi sumber daya utama dan memerankan fungsi yang sangat strategis dalam melakukan transformasi proses pendidikan dan pembelajaran, termasuk pembudayaan, yang akan membawa peserta didik mencapai puncak peradaban itu.

Tak hanya sebagai pengajar mata pelajaran saja, namun guru mampu berperan sebagai fasilitator yang membantu anak didik mencapai target pembelajaran. Guru bertindak sebagai garda terdepan yang membantu anak didik dalam menyaring berbagai pengaruh negatif yang berdampak tidak baik bagi perkembangannya.

Seorang guru juga mampu berperan sebagai penghubung anak didik dengan berbagai sumber-sumber belajar yang tidak hanya ada di dalam kelas atau sekolah. Sebagai katalisator, guru juga mampu menggali dan mengoptimalkan potensi setiap anak didik.

Pendidikan karakter yang diterapkan guru kepada anak didik selayaknya diaplikasikan terlebih dahulu pada dirinya. Pada diri para pendidik. Dengan demikian, guru dapat menjadi cermin kepribadian yang berkarakter. Anak didik tidak perlu lagi mencari figure, namun setiap hari mereka berhadapan dengan figure guru yang berdedikasi pada profesinya. Guru kebanggaan anak didiknya.

“Perkenankan saya atas nama pribadi dan Pemerintah, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas komitmen keprofesian, prestasi, dedikasi, tanggung jawab, dan segala ikhtiar yang telah dilakukan oleh para guru dan tenaga kependidikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Profesi guru akan selalu ada dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya para guru yang ada di Kabupaten Natuna,”ucap Bupati Natuna, Hamid Rizal.

Pada kesempatan ini pula, kepada para guru, tenaga kependidikan dan seluruh pemangku kepentingan yang berperan dalam bidang pendidikan saya mengucapkan selamat HGN ke-23 tahun 2017.

Tema peringatan HGN tahun 2017 ini adalah “Membangun Pendidikan Karakter melalui Karya Guru dan Tenaga Kependidikan”.

Tema ini menjadi salah satu program prioritas Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dalam nawa cita dicanangkan bahwa pemerintah akan melakukan revolusi karakter bangsa.

“Revolusi ini dapat berhasil secara efektif bila guru dapat menjadi duta pendidikan karakter bagi anak didiknya melalui implementasi keseharian di ruang kelas dan lingkungan sekolah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengimplementasikan penguatan karakter penerus bangsa melalui gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang digulirkan sejak tahun 2016,”terang Hamid.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, pendidikan karakter pada jenjang pendidikan dasar mendapatkan porsi yang lebih besar dibandingkan pendidikan yang mengajarkan pengetahuan. Untuk sekolah dasar sebesar 70 persen, sedangkan untuk sekolah menengah pertama sebesar 60 persen.

Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter sebagai fondasi dan ruh utama pendidikan. Tak hanya olah pikir (literasi), PPK mendorong agar pendidikan nasional kembali memperhatikan olah hati (etik dan spiritual), olah rasa (estetik), dan juga olah raga (kinestetik). Keempat dimensi pendidikan ini hendaknya dapat dilakukan secara utuh-menyeluruh dan serentak. Integrasi proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler di sekolah dapat dilaksanakan dengan berbasis pada pengembangan budaya sekolah maupun melalui kolaborasi dengan komunitas-komunitas di luar lingkungan pendidikan.

Kunci kesuksesan pendidikan karakter terletak pada peran guru. Sebagaimana ajaran Ki Hajar Dewantara, “ing ngarso sung tuladho, ing madyo mbangun karso, tut wuri handayani”, maka seorang guru idealnya memiliki kedekatan dengan anak didiknya. Guru hendaknya dapat melekat dengan anak didiknya sehingga dapat mengetahui perkembangan anak didiknya. Tidak hanya dimensi intelektualitas saja, namun juga kepribadian setiap anak didiknya.

Di era globalisasi ini, teknologi dan informasi berkembang dengan pesat. Media sosial yang terintegrasi dalam teknologi dan infromasi saat ini bukan menjadi barang yang mahal. Setiap orang, bahkan anak PAUD-pun dapat mengakses media sosial setiap detiknya.

Hendaknya kondisi ini dapat dimanfaatkan secara positif dan maksimal oleh para guru dan tenaga kependidikan. Guru diharapkan mampu mengakselerasi dirinya untuk melek teknologi dan informasi. Dengan cara ini literasi elektronik atau yang lebih trend dengan istilah e-literacy dapat berkembang menjadi media pembelajaran bagi anak didik.

Pemanfaatan literasi elektronik dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, lebih murah, lebih mudah, dan lebih aktual (up-date). Pada hari yang berbahagia ini, Hari Guru Nasional saya menghimbau agar guru-guru dapat mengintegrasikan hal tersebut dalam metode pembelajaran pada rencana program pembelajaran.

Mudah mudahan HGN Tahun 2017 ini menjadi titik tonggak sejarah untuk pembentukan organisasi guru yang berasal dari, untuk, dan oleh guru. Bersatu untuk kebersamaan dan bersama untuk persatuan dari masing-masing organisasi guru pada akhirnya akan membawa guru-guru Indonesia menjadi lebih profesional. Guru tidak dibawa ke ranah politik praktis atau dijadikan sebagai alat politik. Seyogyanya guru yang profesional menjadi insan yang independen dan mumpuni di bawah naungan organisasi profesi guru yang independen.

Guru memegang kunci utama untuk memperluas keterjangkauan, meningkatkan kualitas/mutu dan relevansi, mewujudkan kesetaraan, dan menjamin kepastian warga negara memperoleh layanan pendidikan. Optimalisasi peran dan fungsi guru dalam proses pendidikan dan pembelajaran harus dibarengi dengan peningkatan kinerja sistem persekolahan dan kepengawasannya secara keseluruhan.

Karenanya, peningkatan kemampuan dan kepemimpinan kepala sekolah dan pengawas sekolah dalam melakukan pengelolaan sekolah yang efektif dan efisien menjadi bagian integral dari peningkatan mutu pendidikan.

Marilah kita jadikan HGN ini sebagai semangat untuk terus membangun peradaban bangsa Indonesia sehingga menjadi bangsa yang berbudaya, cerdas, bermutu dan berkarakter, dan mampu bersaing dalam kancah pergaulan internasional.

Sekali lagi, saya ucapkan selamat HGN Tahun 2017, di pundak para guru, masa depan pendidikan, pembelajaran, dan pembudayaan peserta didik akan terus tumbuh dan berkembang.

Walaupun Hujan deras, tidak menghambatkan kegiatan upacara peringatan Hari Guru Nasional ke 23 tahun di Kabupaten Natuna.

Penulis : Imam

[sk]

Comment