Tanjungpinang, SuaraKepri – Forum Evaluasi keprihatinan kinerja pemerintah Daerah Provinsi Kepri akan menggugat dan menggelar coffe Morning guna menampung aspirasi dari tiap-tiap elemen Tokoh masyarakat, OKP, ORMAS, TOMAS, Mahasiswa, Akademisi dan sebagainya yang ada di Pemerintahan Provinsi itu.
Acara coffe morning yang akan berlangsung nanti pada tanggal 11 Maret 2018 adalah sebagai ajang diskusi penilaian kinerja Gubernur Kepri guna sebagai bahan-bahan gebrakan yang akan dilakukan pada waktu dekat setelah pertemuan itu dilaksanakan.
Inisiator dan Koordinator, Andy Chory Patahudin menjelaskan, bahwa gerakan aksi ini resmi dari masyarakat Kepri yang sudah jenuh dengan sistem pemerintahan yang sangat bobrok menurutnya.
“Aksi ini tidak ada kelompok atau golongan, dan ini diluar dari pilkada kota Tanjungpinang yang sedang berlangsung gerakan ini jelas adalah kepentingan masyarakat yang kita perjuangkan,” Kata Andi di Seketariat Forum Evaluasi keperhatinan kinerja pemerintahan Gubernur Kepri, Minggu (04/03).
Karena menurut Chori, kebijakan yang Nurdin Basirun lakukan saat ini telah membuat ekonomi di Kepri melemah.
“Pak Gubernur jangan bicara ekonomi atas sekarang ekonomi menengah kebawah semua tumbang. Sekarang apa kebijakan Pak Gubernur,” tutupnya.
Hal senada di ungkapkan Dari Persatuan Perempuan Sanur, Delvi bahwa, yang dievaluasi bukan seorang Nurdin Basirun nya, namun Gubernur dan sistem pemerintahan yang dinilai sangat semberaut dan terjadi perkotak-kotakan di jajaran sistem tersebut.
“Dan juga Sistem tata kelola pemerintahan dan produk-produk hasil kajian kinerja mereka selama dua setengah tahun ini perlu kita evaluasi juga,” jelasnya.
Datuk Musafa Abas, salah satu tokoh masyarakat kepri mengungkapkan, kekecewaan ini didasari karena adanya ketimpangan pembagunan antar daerah di Provinsi Kupulauan Riau selama di pimpin Nurdin Basirun.
“Kalau kita lihat hari ini. Apa yang dilakukan oleh Gubernur itu semua berdasarkan keinginan pribadi dan tidak mengakomodir keinginan masyarakat Kepri seperti janji beliau ketika kampanye dulu,” sebut Abas.
Pria yang mengaku relawan Tim pemenangan Sani – Nurdin (Sanur) ketika kampanye dulu ini, mengharapkan agar Nurdin Basirun mampu menjalankan pemerintahan dengan seadil – adilnya. Sebagaimana janji beliau bersama almarhum H. Muhammad Sani dulu.
“Kita melihat dari mulai pengangkatan Pegawai maupun pembangunan semuanya ada kesenjangan atar Kabupaten maupun Kota yang ada di Provinsi Kepri ini. Kita tidak ingin lagi adanya namanya pengkotak kotakan,” ungkapnya.
Penulis : Erial







Comment