NATUNA – Tahun 2018 APBD Natuna akan mengalami defisit, namun jumlahnya belum bisa dipastikan, apakah melebihi Rp200 Miliar atau sebaliknya.
Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Natuna, R. Dicky Kusniadi, diruang kerjanya, Kamis (04/04).
“Untuk tahun 2018 ini keuangan Natuna sedang mengalami defisit. Tapi jumlahnya belum bisa dipastikan, apakah Rp211 Milliar atau dibawah Rp211 Milliar,”Kata Dikcy saat di konfirmasi melalui suarakepri.com.
Menurut Dikcy, mengenai jumlah defisit anggaran dapat diketahui pada akhir tahun. Karena, setiap akhir tahun selalu terjadi perubahan anggaran, melalui APBD Perubahan.
“Bisa saja dalam tahun berjalan bisa terjadi perubahan anggaran baik penambahan maupun pengurangan. Sehingga sekarang ini kita tidak bisa memastikan berapa jumlahnya,” ucapnya.
Untuk saat ini, lanjut dikatakan Dicky, pihaknya belum bisa memastikan jumlah pemangkasan anggaran untuk setiap OPD.
“Kalau berbicara mengenai pemangkasan anggaran ke setiap OPD belum bisa kita bicarakan. Namun, kita upayakan untuk mendahului kegiatan – kegiatan yang lebih diproritaskan, salah satunya ketersediaan obat-obatan di RSUD,” jelasnya.
“Jika Natuna menggalami defisit anggaran, menurut saya tidak akan sebesar Rp211 Milyar. Tapi kita lihat saja setelah adanya PMK,” pungkasnya. (Imam)

Comment