Tanjungpinang, suarakepri.com – Mengenai kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI), Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad mengungkapkan perlunya penanganan dengan baik dan serius. Selasa (11/05)
Peninjauan kepulangan PMI dipantau langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) bersama Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Republik Indonesia (RI), Benny Rhamdani di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura Tanjungpinang.
Ansar mengatakan perlunya penanganan kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan baik dan serius. Ditandai dengan telah dibentuknya Gugus Tugas Covid-19 khusus PMI bersama pemerintah pusat menangani kepulangan PMI mandiri.
“Saya kira kalau kepulangan PMI deportasi sampai hari ini jumlahnya tidak terlalu besar dibandingkan dengan yang pulang secara mandiri,” ujar Ansar
“Kepulangan PMI deportasi dan korban perdagangan orang sudah lebih mudah karena ditangani BP2MI dan Rumah Perlindungan dan Trauma Centre (RPTC) oleh Kemensos,” tambah Ansar.
Berdasarkan informasi yang diterima dari Gubernur Kepri, mulai bulan Juni 2021 tahanan imigrasi di Malaysia akan dikosongkan. Diperkirakan ada 7000 orang PMI deportasi yang akan dipulangkan melalui Kepri.
“Kita sudah beberapa kali rapat bersama Pemerintah Pusat yang saat ini sedang mengkondisikan pintu-pintu masuk alternatif yang bisa dibuka, seperti Dumai, Tanjung Balai Asahan, dan mungkin pintu-pintu yang lain. Supaya mengurangi beban berat kita karena dapat dikatakan Kepri adalah pintu masuk terbesarnya,” pungkas Ansar.







Comment