Batam, suarakepri.com – Salah seorang pengusaha mengeluhkan sikap dan pernyataan dari salah satu petugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang terletak di pelabuhan Punggur. Rabu (25/08)
Berdasarkan laporan yang diterima oleh awak media kami, diketahui pengusaha tersebut bernama Mohammad Abduh alias Oman, ia melaporkan adanya ketidakpuasan dan mempertanyakan sikap dan pernyataan dari salah seorang petugas yang sedang berjaga pada saat itu.
Oman menceritakan, bahwasanya ia sedang menuju perjalanan pulang dengan membawa permintaan pengadaan barang dan jasa untuk Rumah Sakit H. Daud, Tanjung Uban, Kabupaten Bintan. Berupa empat unit Komputer, melalui pelabuhan Punggur, Kota Batam.
Menurut keterangannya, ia dipersulit oleh petugas yang sedang berjaga pada saat itu, diketahui melalui seragam kerjanyanya, petugas tersebut bernama Ferry S.
“Pada saat kejadian, saya sedang membawa barang berupa empat unit computer, karena ini merupakan permintaan pengadaan barang dan jasa, tentunya saya harus mengikuti prosedur yang ada, namun yang membuat saya bingung ketika dokumen serta legalitas sudah dilampirkan dan dilengkapi. Petugas Bea dan Cukai tersebut tetap melarang barang bawaan saya,” Ujarnya.
Merasa sudah melengkapi dokumen dan persyaratan, Oman mempertanyakan alasan kepada Ferry, namun ia tidak menjawab dan hanya mengarahkan untuk menghadap ke Kantor Bea dan Cukai yang berada di Batu Ampar.
“Saya sangat kecewa terhadap perilku Ferry sebagai pelaksana, ketika saya sudah mengikuti prosedur dan ingin bertanya kenapa tidak diberikan izin, mereka tetap ngotot dan tidak menunjukan aturan yang tepat, bahkan salah seorang temannya yang berada pada saat itu juga langsung kabur saat dimintai penjelasan,” Ungkapnya.
Lanjutnya singkat, Dengan Kejadian ini ia meminta kepada petugas daerah untuk segera mungkin menertibkan para petugas yang terkesan menutup diri, seakan ada indikasi kecurangan atau permainan dibelakang, hal ini sangat menyusahkan para pengusaha dan ini justru akan berdampak pada terhambatnya kinerja pemerintah.
Menyesuaikan laporan tersebut, awak media langsung meminta Oman untuk segera bertemu kembali petugas tersebut melalui video call, namun terlihat tidak ada satupun yang ingin menjawab untuk memberikan klarifikasi.






Comment