Promo FBS
FBS Reliable Broker
Lingga

Telusuri Aliran 24 Ton BBM Solar Subsidi di Sungai Buluh, Publik Menanti Langka APH

939
×

Telusuri Aliran 24 Ton BBM Solar Subsidi di Sungai Buluh, Publik Menanti Langka APH

Sebarkan artikel ini

Lingga, SuaraKepri.com – Menanggapi temuan diduga penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi oleh oknum yang mengatas namakan masyarakat Sungai Buluh, Asisten II Pemkab Lingga meminta APH untuk segera membongkar jaringan mafia minyak, Kamis (01/09/22).

Sebanyak 24 ton BBM jenis solar subsidi tlah di ambil setiap bulannya dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBB) Desa Sungai Buluh, lebih kurang lima bulan lamanya.

“Kami mendapat laporan ada pengambilan BBM jenis solar mengatasnamakan masyarakat Sungai Buluh sebanyak 24 ton per bulan. Setelah kami cek ke data sub penyalur BBM bahwa berdasarkan surat keputusan Bupati Lingga Nomor 294/KPTS/2022 tidak ditemuakan penyalur dimaksud,” kata Yusrizal, Rabu (21/8/2022).

Dikatakan, pihak SPBB Sungai Buluh memberikan minyak karena oknum tersebut memegang surat keputusan dari DKP Kepri nomor 423.83/DKP-CDKP/62/VII/2022.

Dalam surat tersebut diperintahkan kepada SPBB Sungai Buluh untuk memberikan BBM jenis solar kepada perwakilan masyarakat tersebut sebanyak 24 ton per bulan untuk kebutuhan masyarakat Sungai Buluh.

“Kami akan membuat laporan ke polisi atas arahan Wakil Bupati Lingga,” tegas pria yang akrab disapa Ten ini.

Mendengar adanya dugaan penyelewengan oleh mafia minyak, Zuhardi murka ia meminta kepada penegak hukum untuk segera turun dan tangkap mafia minyak tersebut, karna jelas ini pelanggaran, sebab dari 24 ton yang di ambil per bulannya, tidak satu pun memiliki laporan perbulan bahkan tidka pernah di tanda tangani oleh Kepala Desa Sungai Buluh.

“Saya sudah yakin ada pihak yang mencuri keuntungan dari kelangkaan BBM jenis solar subsidi ini, jika memang ada oknum DKP Provinsi Kepri mengeluarkan surat keputusan, maka kita menduga disini ada oknum dinas yang bermain, sebab BBM itu di ambil atas nama Masyarakat Sungai Buluh,” minta Zuhardi jelasnya.

Atas temuan ini, Zuhardi akan mengambil langkah-langkah atas pemberitaan yang ada, jika sampai oknum mafia itu tidak di proses, tentu semua ini ia lakukan untuk mengambil kembali hak yang semestinya rakyat nikmati.

“Kita tanya dimana APH, jika APH masih ada maka kita minta tuntaskan temuan ini, kita ingin ada kinerja yang nyata, sudah cukup selama ini rakyat di persulit,” ujarnya.

Sementara itu, atas temuan tersebut, kata Yusrizal, disinyalir ada oknum oknum lainnya yang memanfaatkan kuota BBM bersubsidi di Lingga untuk mengambil keuntungan pribadi. Hal ini secara langsung akan meresahkan masyarakat yang membutuhkan.

“Jelas adanya mafia mafia BBM ini membuat kelangkaan BBM. Ini harus segera ditangani,” ucapnya.

Ia berharap dengan terungkapnya kasus ini, masyarakat Lingga tidak menilai negatif atas kinerja pengawasan BBM bersubsidi di Kabupaten Lingga.

“Selama ini kami telah melajukan pengawasan BBM bersubsidi secara maksimal agar sesuai dengan peruntukannya,” pungkasnya.

Penulis : Febrian S.r

Comment

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat