Bintan, suarakepri.com – Kegiatan pengabdian masyarakat yang biasa di lakukan mahasiswa diperguruan tinggi yang di sebut Kuliah Kerja Nyata (KKN) kini dilakukan oleh SMK Perkapalan Hang Tuah Tanjung Uban pada hari Kamis tanggal 08 September sampai 10 September 2022 berlokasi di Kp. Baru RT. 03 RW. 01 Desa Sebung Lagoi Kecamatan Teluk Sebung.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini bertemakan “Masa Dasar Pembinaan Fisik dan Mental (MADABINTAL) sekaligus Pengabdian Masyarakat”. Kegiatan ini dibuka oleh ketua pelaksana Syamsudin Lango Kukun, S.Sos selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, dan dihadiri oleh Ketua RT. 03 RW. 01 Desa Sebung Lagoi, serta beberapa dewan guru dan beberapa warga masyarakat yang meluangkan waktunya untuk menyaksikan acara ini.
Dalam sambutannya, Syamsudin Lango Kukun mengatakan, pengabdian masyarakat kali ini taruna-taruni SMK Perkapalan berinisiatif membuat hasil karya di sekolah saat pelajaran praktek yang disumbangkan di kampung baru ini, yaitu membuat plang nama Kampung Baru yang terbuat dari besi, membuat rak tong sampah dari besi ulir, dan membuat nama plang ketua RT. 03 RW. 01 desa Sebung Lagoi Kecamatan Teluk Sebung.
“Harapan saya, kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini dan hasil karya yang sederhana yang dibuat oleh taruna-taruni ini, semoga dapat bermanfaat untuk warga kampung baru, selain itu tujuan berikutnya adalah para pelajar atau taruna-taruni dapat belajar di alam bebas, dan belajar dilingkungan masyarakat secara langsung Walaupun tidur beralas terpal didalam tenda kemah dan makan apa adanya, namun harus tetap semangat,” Ungkapnya Syamsudin.
Selain itu, ia juga menjelaskan tujuan dari kegiatan ini agar para taruna-taruni dapat melihat dan merasakan secara langsung berbagai aspek kehidupan yaitu, pendidikan, sosial dan ekonomi dan lainnya yang dihadapi masyarakat tertentu di daerah tertentu khususnya di kampung baru ini.
“Semoga taruna-taruni dapat termotivasi lagi untuk lebih giat dalam belajar dan berkarya setelah belajar lapangan ini. Pesan saya untuk taruna-taruni, hidup tidak selamanya instan, hidup butuh perjuangan dan pengorbanan, maka selama hidup jadilah orang yang berbugana untuk semua orang,” Ujarnya Syamsudin.
Di tempat yang berbeda, Kepala SMK Perkapalan Hang Tuah Tanjung Uban, Kapten Laut Andri Trisia Sal Sabella, S.T, juga mengatakan akan selalu mendukung segala kegiatan yang positif yang dilakukan guru dan siswa terutama untuk kemajuan sekolah.
Menurutnya, kegiatan Madabintal adalah Masa Dasar Pembinaan Mental Taruna-taruni penting dilakukan, karena dalam belajar nilai akademik baik teori dan praktek saja tidak cukup, namun harus didukung juga dengan fisik dan mental yang kuat untuk menuju kesuksesan. Fisik dan Mental harus dilatih sejak dini, agar taruna-taruni memiliki bekal untuk masa depannya.
“Selama proses kegiatan kesehatan dan keselamatan taruna-taruni, seluruh panitia baik batalyon taruna (Yontar) dan instruktur (guru) menjadi prioritas utama. Tim Medis dari balai kesehatan TNI-AL Fasharkan Mentigi berkontribusi untuk selalu siap siaga. Yang mana sekolah ini adalah milik Yayasan Hang Tuah Tanjung Uban. Selain itu kegiatan Pengabdian masyarakat ini salah satu bentuk nilai positif yang memiliki nilai edukasi tinggi yang harus diajarkan kepada taruna-taruni, karena menjadi salah satu bentuk dari sosialisasi,” Ungkap Andri.
Dilain pihak Ketua RT. 03 RW. 01 Desa Sebung Lagoi, saya merasa haru dan bangga, tentunya sangat berapresiasi sekali kepada taruna/i, yang mana mereka sebagai pelajar atau generasi bangsa yang harus dicontoh oleh sekolah lain di level sekolah menengah, karena kesadaran atas inisiatif dan rasa solidaritas maupun kreativitas yang sangat membanggakan, atas pengabdiannya kepada masyarakat khususnya di kampung kami saat ini.
“Besar harapan saya, agar berbagai pihak yang membaca berita ini dapat melihat secara langsung realita yang sebenarnya situasi dan kondisi di kampung kami, saya mengajak berbagai pihak untuk berkunjung ke kampung kami, untuk menyaksikan secara langsung. Kami juga berhak ingin merasakan dan mendapatkan kehidupan sosial dan ekonomi sama seperti warga Negara Indonesia lainnya,” Ungkap Ketua RT O3.
Menurutnya, Daerahnya sangat terisolir bahkan terisolasi hidup dalam himpitan ditengah megahnya kawasan wisata di Lagoi, resort berbintang yang levelnya internasional yang cukup besar berkontribusi untuk PAD di Bintan, apalagi kampungnya masuk diwilayah ring satu.
“Seharusnya nasib kami tidak hidup seperti ini, jalan masuk kampung kami masih tanah dan tidak layak, listrik bantuan desa hanya dinikmati 5 (lima) jam per hari, itupun kami swadaya untuk iuran perawatan genset, belum yang lainnya,” Pungkas Ketua RT 03..
Disela kegiatan, Najah Aulia taruni tingkat satu angkatan 35 SMK Perkapalan Hang Tuah mengatakan sangat terharu melihat kondisi kampung baru ini, yang menikmati listrik untuk penerangan hanya 5 (lima) jam saja per hari, yaitu dari pukul 18.00 sampai 23.00 WIB, tidak terbayang sebelumnya masih ada kampung yang seperti ini di Bintan.
“Saya tidak terbayang dengan nasib anak-anak sekolah warga kampung untuk belajar, nasib warga yang sakit, melahirkan atau jika ada yang meninggal jika dimalam hari. Sedangkan akses masuk di kampung baru yang cukup jauh dan gelap gulita di malam hari, tanpa ada lampu jalan, di jalan masuk ditengah hutan belantara. Ya Allah, tak terbayang kali,” Ujar Najah.
Kegiatan ini ditutup oleh Waka Kurikulum Andi Zakaria, ST pada hari Sabtu pukul 10.30 WIB. Dalam sambutannya ia memberikan motivasi kepada taruna-taruni, untuk selalu tetap semangat dalam belajar, harapannya agar setelah kegiatan madabintal dan pengabdian masyarakat pada tahun ini, dapat dijadikan pelajaran yang bermanfaat untuk kedepan.
“Harapan saya agar seluruh taruna-taruni dapat termotivasi juga untuk lebih kreatif dan inovatif lagi dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya,” tutup Andi.

Comment