Promo FBS
FBS Reliable Broker
Tanjungpinang

Kolaborasi Penanggulangan Stunting Diikuti Sebanyak 11.172 Pelajar Putri

4653
×

Kolaborasi Penanggulangan Stunting Diikuti Sebanyak 11.172 Pelajar Putri

Sebarkan artikel ini
Foto bersama Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN Bonivasius Prasetya Ichtiarto, Wali Kota Tanjungpinang Hj. Rahma, S.IP, MM, Wakil Wali Kota Endang Abdullah, Ketua DPRD Yuniarni Pustoko Weni, Dandim 0315 Kolonel Inf. Tommy Anderson, sejumlah kepala OPD dan pelajar putri yang hadir di Lapangan Makodim 0315 Tanjungpinang. Selasa (14/03). /F.Thafan

Tanjungpinang, suarakepri.com – Gerakan Kolaborasi Penanggulangan Stunting dan Pencanangan Kampung Keluarga Berkualitas Kota Tanjungpinang Tahun 2023, diikuti sebanyak 11.172 pelajar putri dari SMA dan SMP se-Kota Tanjungpinang, Selasa (14/03) pagi secara serentak.

Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Makodim 0315 Tanjungpinang dengan dihadiri langsung oleh Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN Bonivasius Prasetya Ichtiarto, Wali Kota Tanjungpinang Hj. Rahma, S.IP, MM, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Endang Abdullah.

Dalam kesempatannya, Bonivasius Prasetya Ichtiarto mengungkapkan bahwasanya dirinya sangat mengapresiasikan kegiatan yang berlangsung pada hari ini.

Menurut dia, mengubah kampung keluarga berencana menjadi kampung keluarga berkualitas juga ditujukan untuk memicu terciptanya peningkatan kualitas keluarga.

“Upaya mengurangi angka stunting dilakukan secara timbal balik. Melalui hubungan vertikal dan horizontal. Diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak. Apa yang dilakukan pemerintah Kota Tanjungpinang hari ini, merupakan aplikasi nyata tujuan bersama penurunan stunting di Indonesia,” ungkap Bonivasius.

Selain itu, Rahma juga menjelaskan kegiatan pada hari ini mengusung tema “Membangun Generasi Muda Tanjungpinang Berkualitas Menuju Indonesia Maju”.

Ia menerangkan, angka stunting di Kota Tanjungpinang turun dari 18,8 persen pada tahun 2022 menjadi 15,7 persen pada tahun 2023. Kolaborasi penanggulangan stunting dengan melibatkan unsur TNI, Polri, DPRD, dan berbagai institusi pendidikan tersebut, ucap Rahma, ditujukan untuk mendukung target Indonesia zero stunting 2030.

“Kegiatan kolaborasi penanggulangan stunting tidak hanya berhenti sampai di sini. Kegiatan juga masih akan dilanjutkan dengan edukasi kepada ibu hamil, dan edukasi tentang pentingnya minum tablet tambah darah,” jelas Rahma.

Dirinya juga menambahlan, Untuk lebih memfokuskan penanggulangan stunting di Tanjungpinang, Pemerintah Kota Tanjungpinang juga membentuk 18 Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) di 18 kelurahan se-Kota Tanjungpinang.

“Dengan dukungan pemerintah, Kampung KB ini ditujukan untuk mengintegrasikan penyelenggaraan pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga. Dengan maksud agar setiap keluarga mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, keluarga, dan masyarakat,” ujar Rahma.

Kegiatan tersebut juga dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Kota Tanjungpinang Yuniarni Pustoko Weni, Dandim 0315/Tanjungpinang Kolonel Inf. Tommy Anderson, Kapolres Tanjungpinang Kombes Pol Heribertus Ompusungu, Kajari Tanjungpinang Joko Yuhono, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepri Rohina, sejumlah kepala OPD, Camat-se Tanjungpinang, Mahasiswa Poltekes, pasangan calon pengantin, dan perwakilan masyarakat lainnya.

Penulis : Thafan Casper

Comment