Tanjungpinang, SuaraKepri.com – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Tanjungpinang beberapa kelas telah mengalami kerusakan cukup parah di beberapa ruang kelas.
Lebih parahnya lagi, SMK Negeri 1 juga mengalami kekurangan kelas untuk standart jumlah anak didik di sekolah tersebut.
Keadaan kerusakan dan kekurangan kelas di SMK Negeri 1, akhirnya laporan ini sampai ke anggota DPR-RI dan DPRD Provinsi Kepri.
Menindaklanjuti laporan dari Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Tanjungpinang terkait kekurangan ruang belajar sebanyak 17 ruang kelas.
Anggota DPR-RI Cen Sui Lan dan Anggota DPRD Provinsi Kepri Rudy Chua langsung turun meninjau sekolah yang sudah menghasilkan beberapa murid berprestasi beberapa dekade ini, pada hari Jum’at (16/6).
Anggota DPRD Kepri, Rudy Chua cukup miris melihat keadaan sekolah tersebut.
“Dan setelah dilakukan peninjauan ternyata dengan jumlah murid kurang lebih 1800 anak, SMK Negeri 1 setidaknya membutuhkan 52 ruang kelas. Sementara ruang yg tersedia hanya 35 ruangan,” ujar Rudy Chua.
Lanjut, Rudy menerangkan, jadi anak-anak di SMK Negeri 1 selama ini menerapkan pola belajar berpindah sesuai tempat yang kosong atau tersedia (di lapangan olah raga atau di laboratorium, atau di ruang kelas dan di tanah yang kosong).
“Kondisi yang memprihatinkan sangat mengganggu konsentrasi belajar anak-anak dan untuk solusi masalah tersebut mencoba mendapatkan anggaran perbaikan dari pusat,” paparnya.
“Bersyukur dan berterima kasih anggota DPR-RI dapil Kepri, Cen Sui Lan bersedia membantu menfasilitasi dan langsung menindaklanjuti ke Kementrian PU untuk melakukan rehab dan membangun ruangan SMK Negeri 1 melalui anggaran APBN,” tambahnya.
Hari ini bersama, lanjut Rudy, Anggota DPR-RI Cen Sui Lan dan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kepulauan Riau Kepulauan Riau, Fasri Bachmid dan tim melakukan peninjauan terhadap kondisi SMK Negeri 1 Tanjungpinang.
“Dan secara prinsip pembangunan dan rehab ruang bisa disetujui dan akan dikerjakan secepatnya oleh kementrian,” tutupnya. (Real)








Comment