Batam, suarakepri.com — Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) menghadiri pembukaan pelatihan barista dan instalasi listrik sederhana di Balai Latihan Kerja (BLK) Batam, Punggur, Jumat (10/4). Program ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan keterampilan sekaligus memperluas peluang kerja masyarakat di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi Batam.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., Direktur Bina Standarisasi Kompetensi dan Program Pelatihan Kementerian Ketenagakerjaan RI Dr. Ir. Abdullah Qiqi Asmara, S.T., M.Si., IPU., Irwasda Polda Kepri Kombes Pol. Tato Pamungkas Suyono, S.I.K., M.Si., Kepala BP3MI Kepri Kombes Pol. Imam Haryadi, serta sejumlah pejabat daerah, perwakilan industri, dan lembaga pelatihan.
Dalam sambutannya, Wakapolda Kepri menegaskan pelatihan berbasis kompetensi menjadi jawaban atas tantangan ketenagakerjaan saat ini. Menurutnya, dunia industri menuntut tenaga kerja yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki sertifikasi sebagai standar profesional.
“Pelatihan barista dan instalasi listrik yang disertai sertifikasi merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja,” ujarnya.
Ia juga menyoroti keterbatasan anggaran pelatihan di sejumlah BLK pada tahun sebelumnya. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, dan sektor swasta dinilai menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan program peningkatan keterampilan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah tidak terlepas dari investasi, produk domestik bruto, penyerapan tenaga kerja, serta ekspor. Masuknya investasi yang diiringi dengan peningkatan kualitas tenaga kerja diyakini mampu menekan angka pengangguran dan mendorong produktivitas masyarakat.
Sementara itu, Direktur Bina Standarisasi Kompetensi dan Program Pelatihan Kementerian Ketenagakerjaan RI, Abdullah Qiqi Asmara, mengapresiasi inisiatif Polda Kepri yang dinilai sejalan dengan agenda nasional dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Minat masyarakat terhadap pelatihan kerja sangat tinggi, terlihat dari membludaknya jumlah pendaftar. Ini menunjukkan kebutuhan besar terhadap peningkatan keterampilan sebagai bekal memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Ia menegaskan, pelatihan tersebut bukan sekadar peningkatan keterampilan, tetapi merupakan upaya konkret dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing, khususnya di tengah besarnya jumlah penduduk usia produktif dan masih tingginya angka pengangguran.
Program ini diharapkan menjadi model kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan sumber daya manusia yang unggul, sekaligus mendukung target pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Di kesempatan terpisah, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Laporan dapat disampaikan melalui Call Center 110 yang aktif 24 jam maupun aplikasi Polri Super Apps sebagai sarana pengaduan cepat dan terpadu. (White Rose)

Comment