Bintan, SuaraKepri.com – Dunia penyedia jasa internet (ISP) di Kabupaten Bintan kini berada di bawah bayang-bayang persaingan tidak sehat. Kasus dugaan pengrusakan infrastruktur milik Barelang Group di Kampung Rawa Bangun yang melibatkan oknum teknisi kompetitor bukan lagi sekadar masalah teknis “kabel putus”, melainkan serangan terhadap etika bisnis dan kepastian hukum.
Logika yang Dipaksakan
Jawaban singkat “tidak tahu” dari pihak manajemen Indihome terkait status kabel yang dirusak memicu skeptisisme tajam. Sebagai profesional, teknisi ISP dibekali dengan SOP ketat untuk membedakan aset perusahaan mereka dengan milik kompetitor. Memutus kabel tanpa verifikasi adalah bentuk kecerobohan yang sulit diterima nalar di industri teknologi informasi yang mengedepankan presisi.
Diduga Tindakan Sengaja
Suherman, S.H., selaku kuasa hukum Barelang Group, menegaskan bahwa indikasi kuat mengarah pada upaya memenangkan pasar dengan cara-cara kotor di wilayah Toapaya Selatan.
“Bukan sekadar gangguan teknis. Kami menduga kuat ini adalah persaingan bisnis yang sudah keluar jalur,” tegas Suherman, Kamis (10/4).
Ancaman Pidana di Depan Mata
Secara hukum, alasan “ketidaktahuan” tidak menghapus unsur pidana. Suherman mengingatkan bahwa tindakan ini dapat dijerat dengan:
· Pasal 406 KUHP tentang perusakan properti milik orang lain.
· Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, terkait larangan gangguan terhadap infrastruktur telekomunikasi nasional.
Konsumen, Korban yang Terlupakan
Di tengah adu klaim antara kedua entitas ini, konsumenlah yang menanggung beban paling berat. Terputusnya akses internet berarti terhambatnya hak publik terhadap informasi, pendidikan, dan roda ekonomi digital. Jika tindakan “premanisme bisnis” ini dibiarkan tanpa sanksi tegas, Bintan akan menjadi preseden buruk bagi iklim investasi.
Masyarakat kini menunggu komitmen korporasi dalam menjaga etika profesi hingga ke level akar rumput. Persaingan seharusnya tentang adu kualitas layanan, bukan adu kekuatan fisik untuk merusak aset lawan.
Sementara itu pihak Indihome belum bisa hubungi dan memberikan tanggapan terkait hal ini.

Comment