Batam, suarakepri.com – Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Mahasiswa Batam menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Batam, Kamis (26/9). Demonstrasi ini dipicu oleh buruknya pengelolaan sampah di kota tersebut, yang dinilai semakin tidak terkendali.
Dengan membawa spanduk, bendera merah putih, serta bendera organisasi, para demonstran mengecam penumpukan sampah yang tak kunjung diangkut, meski iuran retribusi terus dipungut. Koordinator aksi, Habibi, meminta Wali Kota Batam untuk segera mencopot Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) karena dianggap gagal menjalankan tugasnya.
“Masalah sampah yang menumpuk dan berserakan di jalan-jalan harus segera diatasi. Kami mendesak agar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dicopot dari jabatannya,” ujar Habibi dengan tegas melalui pengeras suara di atas mobil komando.
Merespons tuntutan tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemko Batam, Yusfa Hendri, menjelaskan bahwa permasalahan pengelolaan sampah sangat kompleks. Menurutnya, Kota Batam menghasilkan sekitar 1.000 ton sampah setiap hari, dengan setiap warga menghasilkan rata-rata 0,7 hingga 0,9 liter sampah per hari.
“Kami menghadapi kendala besar terkait armada pengangkut sampah. Dari 140 kendaraan pengangkut, hanya 26 unit yang masih dalam kondisi layak karena berusia di bawah lima tahun, sementara sisanya sudah lebih dari delapan tahun,” ungkap Yusfa.
Meski Pemko Batam telah berusaha melakukan peremajaan kendaraan pengangkut, Yusfa mengakui bahwa kendala anggaran kerap menghalangi rencana tersebut.
“Setiap tahun ada usulan peremajaan 20 unit kendaraan, tapi sering kali harus ditunda karena rasionalisasi anggaran,” tambahnya.
Yusfa juga menyoroti pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan. Menurutnya, pengangkutan sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) merupakan tanggung jawab DLH, sementara pengangkutan dari perumahan ke TPS dikelola oleh kecamatan.
“Namun, masih ada masalah terkait sampah yang dibuang sembarangan di pinggir jalan,” tuturnya.
Aksi ini berlangsung damai hingga siang hari dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Demonstran berharap agar Pemko Batam segera merespons tuntutan mereka demi menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan kota.

Comment