Timor Leste, suarakepri.com – Sebuah momen bersejarah dan penuh makna terjadi di Dili dan Metinaro, Timor Leste, pekan ini. Rombongan Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Seroja Dili dan Memorial Herois Nacionais Metinaro, sebagai bentuk penghormatan sekaligus simbol rekonsiliasi abadi antara Indonesia dan Timor Leste, Minggu (12/10).
Rombongan PPAD yang dipimpin oleh Mayjen TNI (Purn) Amirudin Usman, mantan Kepala BAIS dan salah satu pendiri Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia (LPRI), mengawali kunjungan di TMP Seroja Dili untuk mengenang jasa para prajurit Indonesia yang gugur dalam Operasi Seroja.
Usai berziarah di Dili, rombongan melanjutkan perjalanan ke Memorial Herois Nacionais di Metinaro, tempat dimakamkannya para pejuang kemerdekaan Timor Leste. Di lokasi tersebut, Mayjen (Purn) Amirudin Usman menyampaikan pesan yang sarat makna kemanusiaan dan persaudaraan lintas sejarah.
“Dulu kami datang berjuang untuk negara Indonesia, dan kalian berjuang untuk negara kalian. Kita pernah berperang, banyak rekan kami dan kalian yang gugur. Itu adalah masa lalu. Kini kami datang untuk menghormati kalian dengan tulus, di pusara yang tenang dan damai,” ujar Amirudin.
Ia melanjutkan, semangat ziarah ini bukan sekadar penghormatan kepada para arwah, melainkan penegasan nilai kemerdekaan dan perdamaian.
“Kami ikhlas berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, keadilan, kesetaraan, dan penghargaan terhadap hak asasi manusia. Kini saatnya kita membangun masa depan yang harmonis, maju, dan bermartabat bagi kedua bangsa. Salam persahabatan dua bangsa,” tuturnya.
Kegiatan ziarah lintas negara ini menjadi simbol kuat dari semangat rekonsiliasi dan persaudaraan yang tumbuh di antara mereka yang pernah berada di medan berseberangan. Bukan lagi soal militer atau politik, melainkan soal kemanusiaan dan masa depan bersama.
Melalui penghormatan kepada para pahlawan Timor Leste, para purnawirawan TNI menunjukkan tekad untuk menutup lembaran kelam masa lalu dan memperkuat hubungan bilateral yang damai serta saling menghargai.
Momentum ini menjadi langkah nyata menuju hubungan yang semakin erat antara Jakarta dan Dili, di atas dasar saling pengakuan, penghormatan, dan persahabatan sejati dua bangsa serumpun.
Penulis: White Rose
Editor: Thafan Casper







Comment