Tanjungpinang, suarakepri.com — Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang digelar Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan dimaknai sebagai momentum memperkuat nilai spiritual, moderasi beragama, dan kohesi sosial masyarakat di wilayah kepulauan.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Gedung Daerah Tepi Laut, Tanjungpinang, Rabu (14/1/2026) malam itu dihadiri ribuan jamaah dari berbagai majelis taklim serta Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Kepulauan Riau dan Kota Tanjungpinang. Jamaah yang mayoritas mengenakan busana putih tampak memadati area acara, menciptakan suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan.
Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar, dalam tausiyahnya menekankan bahwa peristiwa Isra dan Mikraj memiliki dimensi spiritual yang mendalam sekaligus menjadi fondasi pembentukan akhlak umat Islam dalam kehidupan sosial.
“Isra merupakan perjalanan horizontal yang berlangsung sangat cepat, sementara Mikraj adalah perjalanan vertikal yang berada di luar jangkauan nalar manusia. Peristiwa ini menegaskan kedudukan Nabi Muhammad SAW sebagai hamba Allah dengan derajat tertinggi,” ujar Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut.
Menurut Nasaruddin, nilai utama Isra Mikraj tidak hanya terletak pada keajaiban peristiwanya, tetapi juga pada pesan tentang pentingnya menjaga hubungan dengan Allah dan sesama manusia, terutama di tengah tantangan sosial dan keberagaman masyarakat Indonesia.
Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyampaikan bahwa kondisi geografis Kepri yang didominasi wilayah laut menghadirkan tantangan tersendiri dalam pembangunan karakter masyarakat dan penguatan kehidupan beragama.
“Kepulauan Riau hanya sekitar dua persen daratan dan 98 persen lautan. Dengan karakter wilayah seperti ini, menjaga persatuan dan moderasi beragama tentu membutuhkan kerja bersama seluruh elemen,” kata Ansar.
Ia mengungkapkan, berkat sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat, Kepulauan Riau mampu mempertahankan indeks moderasi beragama dalam kategori baik selama tiga tahun berturut-turut.
“Ini menjadi modal sosial yang sangat penting bagi Kepri sebagai wilayah perbatasan dan daerah yang majemuk,” tambahnya.
Sebelum acara inti dimulai, Pemprov Kepri juga menayangkan kisah-kisah sahabat Nabi Muhammad SAW sebagai pengantar, yang bertujuan memperkuat pemahaman keislaman dan keteladanan akhlak bagi masyarakat yang hadir.
Peringatan Isra Mikraj ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin keagamaan, tetapi juga mampu mendorong lahirnya kesadaran kolektif untuk memperkuat nilai toleransi, kedamaian, dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kepulauan Riau.

Comment