Promo FBS
FBS Reliable Broker
Bintan

Pengusaha Kapal dan Es Soroti Akar Masalah Nelayan, Bukan Sekadar Kebijakan tapi Infrastruktur

16
×

Pengusaha Kapal dan Es Soroti Akar Masalah Nelayan, Bukan Sekadar Kebijakan tapi Infrastruktur

Sebarkan artikel ini
Foto dokumen pribadi milik Suyanto, S.E alias Along Fiber saat berada di Pulau Bawah, Kabupaten Kepulauan Anambas./F.Ist

Bintan, suarakepri.com – Peringatan Hari Nelayan Nasional ke-66 di Kepulauan Riau yang diisi dengan seminar dan festival rakyat mendapat tanggapan dari kalangan pelaku usaha sektor pendukung perikanan. Salah satunya datang dari Suyanto, pengusaha kapal fiber sekaligus pemilik pabrik es yang selama ini berinteraksi langsung dengan aktivitas nelayan.

Menurut Suyanto, berbagai pembahasan dalam seminar yang menyoroti sinergi kebijakan pemerintah memang penting, namun belum sepenuhnya menyentuh akar persoalan di lapangan.

“Kalau bicara kesejahteraan nelayan, bukan hanya soal kebijakan. Yang paling terasa itu justru soal infrastruktur pendukung, seperti ketersediaan kapal yang layak dan distribusi es untuk menjaga kualitas hasil tangkapan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam praktiknya, banyak nelayan masih menggunakan kapal dengan spesifikasi terbatas, sehingga berdampak pada jangkauan melaut dan keselamatan kerja. Di sisi lain, ketersediaan es yang tidak merata juga memengaruhi kualitas ikan yang dijual ke pasar.

“Kalau es tidak tersedia atau mahal, kualitas ikan turun. Akhirnya harga jual ikut jatuh. Ini yang jarang dibahas secara konkret,” katanya.

Suyanto juga menanggapi tema seminar yang menyoroti kesenjangan antara wacana dan realisasi kebijakan. Ia menilai, persoalan tersebut memang nyata, terutama ketika program bantuan tidak selaras dengan kebutuhan teknis nelayan.

“Kadang bantuan ada, tapi tidak sesuai kebutuhan. Misalnya kapal atau alat tangkap yang tidak cocok dengan kondisi perairan di sini,” jelasnya.

Menurutnya, pelibatan pelaku usaha lokal dalam perumusan kebijakan menjadi penting agar program yang dijalankan lebih tepat guna dan berkelanjutan.

Ia juga menilai, rangkaian kegiatan seperti festival rakyat memiliki dampak positif dalam jangka pendek, terutama dalam menggerakkan ekonomi lokal. Namun, untuk jangka panjang, dibutuhkan intervensi yang lebih sistematis.

“Festival itu bagus untuk perputaran ekonomi sesaat. Tapi kalau mau nelayan benar-benar sejahtera, harus ada pembenahan dari hulu ke hilir,” tegasnya.

Suyanto berharap momentum Hari Nelayan tidak berhenti pada diskusi dan seremoni, melainkan menjadi titik awal perbaikan ekosistem perikanan secara menyeluruh, termasuk pada sektor pendukung yang selama ini kurang mendapat perhatian.

“Nelayan itu tidak berdiri sendiri. Ada rantai panjang di belakangnya. Kalau semua diperkuat, baru kesejahteraan itu bisa tercapai,” tutupnya.

Comment

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat