Promo FBS
FBS Reliable Broker
Tanjungpinang

Bantu Anak Disabilitas Mandiri, Yayasan Lentera Hati Gurindam Gelar Pelatihan Menjahit Berbekal Bantuan PT Angkasa Pura

33
×

Bantu Anak Disabilitas Mandiri, Yayasan Lentera Hati Gurindam Gelar Pelatihan Menjahit Berbekal Bantuan PT Angkasa Pura

Sebarkan artikel ini
Momen anak didik Yayasan Lentera Hati Gurindam saat belajar menjahit, Minggu (18/10). /F: Ist

Tanjungpinang, suarakepri.com — Upaya untuk mendorong kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas terus dilakukan oleh Yayasan Disabilitas Lentera Hati Gurindam. Saat ini, sebanyak 15 anak binaan yayasan tengah mengikuti pelatihan dasar menjahit sebagai langkah awal membekali mereka dengan keterampilan kerja.

Kegiatan pelatihan ini terlaksana berkat dukungan sarana dari PT Angkasa Pura yang menyerahkan hibah berupa empat unit mesin jahit dan satu unit mesin obras pada 7 September 2026 lalu.

Sekretaris Yayasan Disabilitas Lentera Hati Gurindam, Rosi yang mewakili Ketua Yayasan, Kamarida menyampaikan bahwa bantuan sarana ini menjadi angin segar bagi anak-anak disabilitas untuk belajar serta mengasah keahlian baru.

“Bantuan ini diserahkan oleh PT Angkasa Pura dengan tujuan membantu anak-anak binaan kami agar memiliki keterampilan (skill) yang bermanfaat untuk masa depan mereka,” ujar Rosi saat memberikan keterangan, Minggu (18/10).

Rosi menjelaskan, pelatihan ini diikuti oleh 15 peserta yang terdaftar, dengan latar belakang didominasi oleh anak-anak tuna rungu dan tuna grahita. Karena sebagian besar peserta berangkat dari titik zero skill atau belum pernah memegang mesin jahit sebelumnya, proses pembelajaran dimulai secara bertahap dari tingkat paling dasar.

“Anak-anak baru menjalani pelatihan dasar. Materi dimulai dari nol, seperti cara penggunaan mesin, teknik mengukur kain, hingga berlatih menjahit menggunakan kain perca,” jelasnya.

Menurut Rosi, proses mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus membutuhkan kesabaran ekstra dan pendekatan yang berbeda dibanding orang pada umumnya. Oleh karena itu, pihaknya tidak menetapkan target waktu yang terburu-buru dalam masa pelatihan dasar ini.

Meski demikian, pihak yayasan optimis pelatihan ini dapat memberikan hasil nyata dalam waktu dekat. Diharapkan dalam beberapa bulan ke depan anak-anak binaan sudah mulai mampu menghasilkan produk pakaian sederhana.

“Melihat dinamika belajar anak-anak, kami tidak mematok target ketat. Namun, harapan kami bulan depan mereka sudah mulai bisa menjahit produk awal seperti baju kaos atau daster,” tutur Rosi.

Melalui pelatihan terstruktur ini, Yayasan Disabilitas Lentera Hati Gurindam berharap dapat mencetak produk-produk unggulan karya anak disabilitas yang nantinya mampu dipasarkan, sehingga dapat memberikan penghasilan mandiri serta meningkatkan rasa percaya diri para peserta. (SK/Wapimred)

Comment