Promo FBS
FBS Reliable Broker
Tanjungpinang

Bantu Warga Hemat Dapur, DP3 Tanjungpinang Putar Bibit Cabai dari 11 Kelompok Tani Binaan

31
×

Bantu Warga Hemat Dapur, DP3 Tanjungpinang Putar Bibit Cabai dari 11 Kelompok Tani Binaan

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Tanjungpinang H. Robert Lukman, S.Pi dalam kegiatan kick off Gerakan Tanjak Pangan (Tanjungpinang Ajak Jaga Pangan), Kamis 22/10 di Jalan Garuda, halaman samping Masjid Al-Iltizam, Kilometer 8 Atas, Tanjungpinang. /F: Thafan Casper

Tanjungpinang, suarakepri.com — Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) terus memperkuat ketahanan pangan lokal serta menekan angka inflasi daerah. Salah satu langkah konkrit yang dijalankan yakni membagikan bibit cabai secara berkesinambungan kepada masyarakat untuk ditanam di pekarangan rumah masing-masing.

Uniknya, bibit siap tanam yang disalurkan ke warga tersebut diperoleh dari surplus hasil pembenihan 11 Kelompok Tani (Poktan) khusus komoditas cabai yang menjadi binaan DP3 Kota Tanjungpinang.

Kepala DP3 Kota Tanjungpinang, Robert Lukman, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari penguatan gerakan inflasi daerah sekaligus menggemakan Gerakan Tanam Cabai (Gertam) di tingkat rumah tangga.

Hal itu disampaikannya dilokasi kegiatan Kick Off Gerakan Tanjak Pangan (Tanjungpinang Ajak Jaga Pangan) di Halaman Samping Masjid Al-Iltizam, Jalan Garuda, Kilometer 8 Atas, Tanjungpinang, Kamis (22/10/2026).

“Kami ingin menggalakkan masyarakat untuk menanam cabai sendiri di rumah. Bibit cabai siap tanam ini kami dapat dari kelompok tani binaan yang memiliki kelebihan alokasi bibit dari bantuan pemerintah,” ujar Robert.

Robert menerangkan, para kelompok tani menerima bantuan benih dari anggaran APBN maupun Pemerintah Provinsi Kepri. Saat benih tersebut disemai oleh petani, kerap kali menghasilkan bibit yang melebihi kapasitas lahan tanam mereka.

Kelebihan bibit berkualitas unggul yang sebagian besar sudah tumbuh bunga tersebut kemudian dibeli kembali oleh pemerintah untuk dibagikan secara berkala kepada masyarakat.

“Dari total 24 kelompok tani di Tanjungpinang, ada 11 kelompok tani yang khusus fokus menanam cabai dengan total luas lahan mencapai sekitar 11 hektar. Jika potensi tersebut optimal, perkiraan produksi bisa mencapai 36 ton secara bertahap,” jelasnya.

Penanaman oleh kelompok tani ini dilakukan secara bergelombang mulai dari bulan Juli, September, hingga November guna menjaga kestabilan pasokan cabai di pasaran, khususnya dalam menghadapi momen hari besar keagamaan nasional seperti Lebaran.

Melalui sinergi antara kelompok tani binaan dan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan rumah, Pemko Tanjungpinang optimistis ketersediaan komoditas cabai akan lebih terjaga serta ketergantungan pasokan dari luar daerah dapat ditekan.

Comment