Promo FBS
FBS Reliable Broker
Tanjungpinang

Kolaborasi Bulog dan Pemko Tanjungpinang Jaga Stabilitas Harga, Langsung Dirasakan Warga

30
×

Kolaborasi Bulog dan Pemko Tanjungpinang Jaga Stabilitas Harga, Langsung Dirasakan Warga

Sebarkan artikel ini
Kepala Perum Bulog Cabang Tanjungpinang, Arief Alhadihaq. /F: Thafan Casper

Tanjungpinang, suarakepri.com – Upaya Perum Bulog Cabang Tanjungpinang dalam memperkuat stok pangan dan menjaga stabilitas harga menjelang akhir tahun membuahkan hasil nyata bagi masyarakat. Kepastian pasokan beras hingga minyak goreng yang terjamin tidak hanya menahan laju inflasi daerah, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap daya beli warga.

Kepala Perum Bulog Cabang Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, menyatakan bahwa ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam kondisi aman untuk mengantisipasi gejolak harga hingga awal tahun depan. Saat ini, Bulog mengelola 600 ton beras di gudang, didukung pengiriman susulan sebanyak 3.000 ton yang masuk secara bertahap.

“Untuk MinyaKita, alhamdulillah ada purchase order (PO) per minggu masuk sekitar 50 ribu liter, jadi estimasi kita untuk ketahanan stok dan stabilitas pasokan menjelang akhir tahun terpenuhi,” terang Arief, Kamis (22/10/2026).

Langkah antisipasi harga ini juga menjangkau wilayah pulau terluar seperti Kabupaten Natuna, Kepulauan Anambas, dan Lingga. Bulog secara bertahap mengirimkan hingga 500 ton beras per gudang menyesuaikan kapasitas kapal, guna memastikan kestabilan harga dan pasokan tidak terganggu faktor cuaca jelang akhir tahun.

Intervensi pasar dan jaminan pasokan terjangkau dari Bulog ini dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat melalui kegiatan seperti Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini menjadi solusi nyata di tengah naiknya harga sejumlah komoditas pasar seperti cabai dan bawang.

Fika, warga Jalan Batu 6, RT 1 RW 3 Tanjungpinang, mengaku selisih harga yang ditawarkan dalam program pangan terjangkau tersebut sangat membantu menghemat pengeluaran rumah tangga.

”Alhamdulillah, dengan modal Rp200 ribu bisa beli kebutuhan pokok sebanyak ini, mulai dari beras, minyak goreng, gula, bawang, sampai sayuran. Kalau beli jumlah yang sama di pasar atau swalayan, totalnya bisa sampai Rp300 ribu,” ungkap Fika.

Ia merincikan, hemat belanja tersebut dialami pada beberapa komoditas utama, seperti minyak goreng yang memiliki selisih hingga Rp5.000 dan gula pasir sekitar Rp4.000 dibandingkan harga pasar umum.

Menurut Fika, keberlanjutan program penstabilan harga ini sangat penting, terutama bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia berharap kegiatan pangan murah dapat digelar secara rutin, setidaknya satu bulan sekali.

”Dengan adanya gerakan pangan murah ini sangat membantu kita, apalagi yang punya usaha UMKM. Harapannya bisa terus berlanjut secara berkala,” pungkasnya.

Apakah penekanan sudut pandang (angle) pada draf ini sudah pas untuk dipublikasikan?

Comment