banner 728x250

Kurang Cermatnya KONI Riau, Bisa Menjadi Catatan Buruk

  • Share

BENGKALIS, SuaraKepri.com – Sorotan demi sorotan tidak putus diberikan kepada lembaga olahraga prestasi, yaitu Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) terkhususnya untuk Provinsi Riau.

Perhatian itu bukan tanpa alasan, apalagi belakangan ini lingkaran jenjang bawah lembaga tersebut dipandang kusut marak dengan permasalahan, baik dari sisi keorganisasian hingga persoalan hukum dan ini instrumen tidak baik.

banner 336x280

Seperti yang diutarakan salah seorang mantan pelaku olahraga asal Bengkalis dari cabang badminton Suhaimi.SH kepada wartawan, disampaikannya, selain dari beberapa daerah yang KONI nya mengalami kemelut hukum, Kabupaten Bengkalis bisa dibilang terparah.

Kenapa demikian, dikarenakan lemahnya kesadaran dan rasa sportifitas yang akhirnya mendatangkan berbagai kerumitan.

Dan itu tidak disiasati secara cermat, terutama KONI Provinsi Riau, harusnya catatan evaluasi yang menjadi koreksi bagaimana tidak secara terus menerus terjebak dalam konflik menjadi konsen penting.

“Kalau saja pada jajaran pengambil kebijakan di tubuh organisasi itu terus mengalami kekakuan yang dalam artian lain kedangkalan berpikir, menurut Suhaimi justru akan menjadi suatu kelayakan sebutan bobrok itu di sematkan,” jelas Suhaimi, Sabtu (5/6/2021) via berbagi pesan WhatsApp.

Berbagai potensi negatif jelas sekarang sudah sangat terlihat lanjutnya, tetapi masih belum juga kalau kita lihat ada sebuah langkah bijak yang dilakoni oleh KONI Provinsi Riau.

“Setidaknya, langkah pembinaan organisasi untuk hirarki dibawahnya, atau mungkin saja adanya konspirasi terselubung juga hingga turut kacau bersama. Andai benar terjadi maka dapat kita maklumi dan siap-siap lah akan menuju kehancuran,” imbuhnya.

Tambahnya lagi, disinilah peran KONI Riau seharusnya hadir, bersikap dengan langkah profesional yang tidak mengesampingkan proporsionalitas.

“Kehadiran sebagai pembina yang baik selaku satu tingkat diatas dapat kiranya menjadi narasumber positif dengan segera menutupi celah propaganda, bukan dengan cara mendiamkan atau ikut kedalam kekeruhan, jangan salah besar bukan solusi,” sebutnya.

Masih Suhaimi, menyelamatkan organisasi yang dibiayai oleh negara bukan hanya mengawal tujuan tugas dan fungsinya saja (Tupoksi), tapi juga turut untuk tidak menyia-nyiakan anggaran APBD yang sudah diperuntukkan.

Sekali lagi kata Suhaimi, salah dalam kapraf organisasi kalau KONI Riau tidak reaktif pada konteks pembinaan.

“Dan secara ideal ini juga bisa saja akan menjadi catatan dalam laporan pertanggung jawaban (LPJ) akhir jabatan secara organisasi pada musyawarah KONI Riau nanti, bukannya tidak mungkin,” pungkasnya.

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *