Jemaja, SuaraKepri.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Jemaja Kepulauan Anambas kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap ketahanan pangan dengan menggelar panen jagung manis di Desa Bukit, Kecamatan Jemaja Timur, Jumat (19/9/2025).
Kegiatan panen yang berlangsung di Jalan Irigasi Kampung Telipuk RT 04 RW 02 itu dipimpin langsung oleh Kapolsek Jemaja, AKP Aang Setiawan, S.H, bersama jajaran kepolisian serta unsur pemerintah kecamatan dan desa. Panen ini menjadi salah satu wujud nyata dukungan Polri terhadap program prioritas Asta Cita Presiden prabowo subianto. khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan di daerah.
Lahan yang digunakan untuk budidaya jagung manis seluas 1.500 meter persegi dengan kondisi tanah gambut. Lahan ini merupakan milik warga setempat bernama Nariman. Jagung ditanam pada bulan Juni 2025, dan setelah melalui masa perawatan sekitar tiga bulan, kini berhasil dipanen dengan produksi mencapai 800 kilogram.
Meskipun hasil panen cukup menggembirakan, Kapolsek menyebut ada sejumlah kendala teknis yang dihadapi, terutama terkait perawatan tanaman serta pengendalian hama. Menurutnya, hal ini membutuhkan keterampilan khusus di bidang pertanian agar hasil produksi dapat lebih optimal di masa mendatang.
“Kami melihat antusiasme warga cukup tinggi, namun memang ada tantangan pada sisi perawatan dan pengendalian hama. Itu sebabnya, ke depan perlu pendampingan lebih lanjut dari pihak terkait agar produktivitas bisa meningkat,” ungkap Kapolsek Aang Setiawan.
Selain jajaran kepolisian, kegiatan panen juga dihadiri sejumlah tokoh pemerintah dan masyarakat. Hadir Plt. Camat Jemaja Timur, Tetty Amalia, S.E, Kepala Desa Bukit Padi, Lukman, Ps.Kanit Provos Polsek Jemaja, Aiptu Firmansyah, Ps.Kanit Binmas Polsek Jemaja, Bripka Yondrialis, Ps. Kanit Intelkam Polsek Jemaja, Bripka Kiki Herliyadi, Serta enam personel Bhabinkamtibmas Polsek Jemaja yang selama ini aktif mendampingi warga di desa-desa.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa upaya ketahanan pangan memang membutuhkan sinergi bersama antara aparat, pemerintah, dan masyarakat. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan masyarakat Jemaja Timur semakin berdaya dalam mengembangkan potensi pertanian lokal.
Kapolsek Jemaja menegaskan bahwa program ketahanan pangan yang dijalankan bukan hanya sekadar simbolis, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga membantu mendorong kesejahteraan warga.
“Polsek Jemaja akan terus berkomitmen untuk hadir dan bekerja bersama masyarakat. Melalui program ketahanan pangan ini, kami berharap masyarakat bisa lebih termotivasi dalam memanfaatkan lahan pertanian yang ada, sehingga kebutuhan pangan dapat terpenuhi secara mandiri,” jelasnya.
Plt. Camat Jemaja Timur, Tetty Amalia, turut memberikan apresiasi atas inisiatif Polsek Jemaja. Menurutnya, langkah tersebut menjadi inspirasi bagi masyarakat sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Panen jagung manis ini membuktikan bahwa sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut di masa depan, kita dari kecamatan sangat mendukung,” ujarnya.
Ke depan, diharapkan kegiatan serupa tidak hanya terbatas pada jagung manis, tetapi juga dapat diperluas ke komoditas pertanian lainnya yang sesuai dengan kondisi tanah di wilayah Jemaja Timur. Dengan demikian, sektor pertanian bisa menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat di tengah keterbatasan lahan di Kepulauan Anambas.
Melalui kegiatan ini, Polsek Jemaja ingin memberikan contoh bahwa sektor pertanian bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan apabila digarap dengan serius. Di samping itu, upaya ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sebagai bagian dari program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Panen jagung manis yang dilakukan Polsek Jemaja bersama masyarakat Desa Bukit padi menjadi bukti bahwa upaya menjaga ketahanan pangan dapat dilakukan dengan sinergi antara aparat dan warga. Selain menghasilkan panen yang cukup signifikan, kegiatan ini juga mampu meningkatkan semangat masyarakat untuk mengoptimalkan lahan pertanian yang dimiliki.
Dengan dukungan dari kepolisian, pemerintah daerah, serta masyarakat, diharapkan Jemaja Timur dan wilayah Kepulauan Anambas secara umum dapat semakin mandiri dalam bidang pangan, sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional. (YUDI)






Comment