Anambas, SuaraKepri.com – Upaya mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional terus digencarkan hingga tingkat desa. Salah satunya melalui kegiatan budidaya padi yang dilaksanakan oleh BUMDes Permata Desa Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas.
Pada Minggu (15/2/2026) pukul 07.30 WIB, BUMDes Permata melaksanakan panen padi tahap I di lahan pertanian seluas sekitar 1 hektare yang berlokasi di Jalan Talipuk. Lahan tersebut merupakan bagian dari program ketahanan pangan desa dengan total luas garapan lebih dari 4 hektare yang bersumber dari Dana Ketahanan Pangan Desa Tahun 2025.
Panen tahap pertama ini menghasilkan sekitar 3 ton gabah padi dengan kualitas mencapai 90 persen dalam kondisi baik. Capaian tersebut dinilai cukup menggembirakan dan menjadi indikator awal keberhasilan pengelolaan sektor pertanian berbasis desa yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.
Kegiatan panen turut dihadiri oleh Asisten III Kabupaten Kepulauan Anambas Saidina, S.P., Staf Ahli Bidang Pembangunan Madison, S.Pd., Camat Jemaja Timur Tetti Amalia, S.E., perwakilan Kapolsek Jemaja melalui Ps. Kanit Binmas Aipda Yondrialis, Danposal Jemaja Lettu (S) Ahmad Rifai Yasin, serta Danramil 0318/04 Letung Letda (Inf) H. Simbolon.
Selain itu, hadir pula Ketua LAM Jemaja Timur Sahlan, Kepala Desa Bukit Padi Lukman Hakim, Ketua BUMDes Permata Iswandi, Bhabinkamtibmas Desa Bukit Padi Briptu Rio Fhibrianto Utama, S.H., Babinsa Bukit Padi Sertu Olih Solih, Babinpotmar Serda Jimmy, perangkat desa, serta sekitar 20 petani Desa Bukit Padi yang terlibat langsung dalam proses budidaya hingga panen.
Dalam kesempatan tersebut, Asisten III Kabupaten Kepulauan Anambas, Saidina, S.P., menyampaikan apresiasi atas langkah strategis Desa Bukit Padi melalui BUMDes Permata dalam mengelola sektor pertanian sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. Menurutnya, pemerintah daerah sangat mendukung program ketahanan pangan berbasis desa karena mampu meningkatkan kemandirian pangan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Pemerintah daerah tentu mengapresiasi inisiatif Desa Bukit Padi yang mampu mengoptimalkan lahan produktif menjadi sektor pertanian berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga berharap program budidaya padi di lahan lebih dari 4 hektare tersebut dapat terus dikembangkan dan menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Kepulauan Anambas dalam mendukung ketersediaan pangan lokal.
Sementara itu, Kepala Desa Bukit Padi, Lukman Hakim, menyampaikan bahwa program budidaya padi yang dikelola BUMDes merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kemandirian pangan desa sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif di wilayahnya.
Ia mengapresiasi Bumdes Permata atas keberhasilan panen perdana yang menunjukkan bahwa pengelolaan pertanian berbasis desa dapat berjalan optimal apabila didukung sinergi atas BUMDes, dan masyarakat petani.
Ia menjelaskan, program ketahanan pangan desa akan berlanjut pada tahun 2026 dengan fokus pada pengembangan budidaya padi. Pemerintah desa juga akan melakukan evaluasi terhadap proses budidaya di lahan seluas 4 hektare yang saat ini berjalan, dengan rencana panen lanjutan pada pertengahan bulan Ramadan dan setelah Idulfitri.
“Ia juga mengungkapkan bahwa, lahan akan kita tambah setelah panen Semua apakah nambah lahan apa tidak, karena pak asisten III juga menawarkan lahan pribadi beliau 3 Hektar jika bumdes kekurangan lahan nanti”. Ungkapnya
Ketua BUMDes Permata, Iswandi, mengatakan bahwa budidaya padi menggunakan varietas Inpari yang disesuaikan dengan kondisi lahan setempat. Proses budidaya dilakukan secara bertahap mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga panen sehingga menghasilkan gabah dengan kualitas baik.
Ia menambahkan, program ketahanan pangan desa bertujuan meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan bergizi berbasis potensi lokal. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani, menciptakan desa mandiri pangan, serta mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Sebagian hasil produksi beras direncanakan akan ditawarkan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan konsumsi produk lokal. Ke depan, produksi gabah kering panen diproyeksikan mencapai sekitar 4 ton per hektare, dengan pola panen yang dibagi menjadi tiga tahap. Panen lanjutan seluas 1 hektare diperkirakan akan dilaksanakan pada pertengahan Ramadan dengan target produksi sekitar 3,5 ton.
Dari total sekitar 4 hektare lahan yang ditanam melalui anggaran ketahanan pangan tahun 2025, saat ini baru 1 hektare yang dipanen. Sisa lahan lainnya akan dipanen secara bertahap pada pertengahan puasa dan setelah Lebaran, sehingga total produksi gabah dari keseluruhan program diperkirakan meningkat signifikan dan berkontribusi terhadap ketersediaan pangan lokal.
Camat Jemaja Timur, Tetti Amalia, S.E., turut mengapresiasi inisiatif Desa Bukit Padi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pengelolaan lahan pertanian desa. Ia menyebut program tersebut sebagai contoh nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.
Ia juga menjelaskan bahwa pihak kecamatan secara rutin memantau pelaksanaan program ketahanan pangan di desa-desa wilayah Jemaja Timur. Beberapa desa mengembangkan program berbeda, seperti budidaya padi di Desa Bukit Padi, ayam betelur di Desa Ulu Maras dan Kuala Maras, serta budidaya ikan air asin di Desa genting Pulur.
Keterlibatan unsur TNI-Polri melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam pendampingan kegiatan turut memastikan pelaksanaan berjalan aman, tertib, dan kondusif sekaligus memberikan motivasi kepada masyarakat untuk terus mengembangkan sektor pertanian desa.
Panen padi tahap I BUMDes Permata Desa Bukit Padi ini sekaligus menegaskan komitmen Bupati Aneng dalam memperkuat ketahanan pangan lokal. Tercatat, Kecamatan Jemaja Timur telah melaksanakan dua kali panen pada awal tahun 2026, yang sebelumnya diawali oleh panen Kelompok Tani Tri Tunggal Desa Ulu Maras.
Secara keseluruhan, kegiatan panen berlangsung aman, tertib, dan lancar. Program ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam memperkuat ketahanan pangan Desa Bukit Padi serta memberikan kontribusi nyata terhadap program ketahanan pangan nasional melalui pengembangan potensi pertanian lokal secara berkelanjutan.
Penulis : Nanda


Comment