Batam, SuaraKepri – Kekisruhan tiba-tiba melanda Kota Batam dikarenakan sopir taksi konvensional menyandera penumpang dari taksi online.
Kericuhan ini terjadi di samping BCS Mall, dikarenakan penumpang wanita disandera berawal Keributan dua armada taksi berbeda tersebut, Rabu (21/02), pukul 19.30 Wib.
Berdasarkan keterangan dari sopir taksi online, penumpang cewek tersebut naik mobil Avanza hitam BP 1970, milik taksi online.
Tidak terima, tiba-tiba penumpang disandera oleh taksi konvensional yang mangkal di BCS Mall.
Kemudian semua taksi online diminta untuk merapat ke BCS Mall.
Sehingga terjadilah kekisruhan, yakni para taksi online geram mau mencari pelaku penyanderaan oleh pihak taksi konvensional.
Ternyata para taksi konvensional bersembunyi di dalam BCS Mall yang di sekelilingnya sudah dikepung polisi.
Polisi sempat meletuskan tembakan beberapa kali sebagai tembakan peringatan untuk menenangkan para taksi online yang mau menerobos masuk ke BCS Mall.
Situasi menjadi kondusif kembali sekitar pada pukul 22.00.
Kapolresta Balerang, Kombes Polisi Hengki meminta untuk semua taksi konvensional maupun taksi online harus sama-sama menahan diri, menjaga kondisi Batam tetap aman dan kondusif.
“Kita tegas kepada armada taksi untuk menjaga Kota Batam tetap aman dan kondusif. Saling menahan diri agar tidak timbulnya kericuhan serupa,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan, pemerintah sedang memikirkan dan mengkaji secara konferensif supaya menemukan solusi yang terbaik.
“Kalau memang belum memiliki izin operasional dan syarat dari pemerintah serta dari Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, segera penuhi kewajibannya supaya bisa diproses oleh pemerintah,” tutupnya. (HMS)


Comment